KAMI MENJUAL PRODUK SARANG SEMUT ASLI PAPUA

DAN SARI BUAH MERAH ASLI PAPUA

PEMESANAN

SILAHKAN SMS KE :  081 578 488 300

PIN BB : 24D1F4A0

Kami melayani 24 jam

SEDIA  : SARANG SEMUT PUTIH, SARANG SEMUT MERAH, BENTUK IRISAN DAN SERBUK

FIRA PAPUA SARANG SEMUT
(BIASA DISEBUT OBAT 1000 PENYAKIT)

 

Ramuan herbal banyak ditemukan di berbagai tempat di Indonesia.

Di papua terkenal dengan Ramuan Natural Alami Herbal (Myumeccodia) / bisa disebut fira papua.

sarang semut

Sarang semut manfaat / kegunaan / fungsi / bisa disebut sebagai manfaat sarang semut fira papua yg memang telah terbukti khasiatnya. Ramuan Natural Alami Herbal (Myumeccodia) Asli dari Papua Sarang semut adalah salah satu tumbuhan epyfit yg mana umbinya dihuni oleh semut, sehingga diberi nama sarang semut. Sarang semut (Myumeccodia) menurut penelitian ilmuan dunia sarang semut ada 26 species. Menurut martin heil dari departemen of bio organic chevistry-max plant-institute jerman sejak tahun 1960 sudah menjadi wacana penelitian. Khasiatnya telah diuji dan terbukti satu-satunya tumbuhan penyembuh kanker dan tumor di sunia. Ditemukan di pedalaman wamena (papua) pada awal januari 2005, kesimpulan sekian peneliti setelah dibedah dengan alat rontgen (sinar X) ternyata mengandung flavonoida, glikosida, polifenol, antioksidan, vitamin, mineral,dan asamfrominat  Dengan ijin Allah Berkhasiat menyembuhkan :

  1. Mencegah dan mengobati dan
  2. Mencegah osteoporosis
  3. Sebagai antibiotic
  4. Sebagai anti-inflamasi
  5. Memberikan perlindungan bagi tubuh dari bahaya mikororganisme
  6. Sebagai antivirus (virus HIV/AIDS
  7. Sebagai anti herpes
  8. Mencegah dan mengobati asma
  9. Mencegah dari mata katarak
  10. Mengobati encok/rematik
  11. Mengobati migrain (sakit kepala sebelah)
  12. Mengobati wasir/ambeien
  13. Mengobati radang jaringan ikat penygga akar gigi
  14. Mengobati TBC
  15. Mengobati mimisan
  16. Membantu kinerja jantung dan denyut syaraf
  17. Membantu proses pembekuan darah
  18. Membentuk Hemoglobin (sel darah merah)
  19. Melancarkan
  20. Meningkatkan produksi enzim
  21. Menyerap kalsium dan memproduksi tenaga
  22. Menyimpan dan menyeimbangkan kadar insulin
  23. Me-metabolisme karbohidrat dan menyembuhkan luka
  24. Mengoptimalkan kinerja tulang
  25. Membantu sintesis protein dan fungsi seksual
  26. Mengobati
  27. Menyamak kulit
  28. Menghentikan pendarahan
  29. Sebagai salah satu jenis obat terbaik bagi penderita hipertensi
  30. Mencegah serangan koroner dan kardiovaskuler
  31. Meningkatkan produksi ASI
  32. Mempertahankan dan menambah sistem
  33. Meningkatkan kinerja vitamin C

Cara Pakai : Dalam 100 gram direbus 3 liter air sampai mendidih kemudian disaring lalu diminum secara rutin sebulan,warna dan rasanya sama dengan teh,direbus berulang-ulang sampai airnya putih – Untuk pencegahan minum 3 gelas sehari (3 x 1) – Untuk penyembuhan minum 6 gelas sehari (6 x 1) Lebih nikmat dicampur dengan madu Catatan : – Tidak dianjurkan utk wanita hamil – Tidak ada efek samping (over dosis) Selamat mencoba semoga lekas sembuh.

PEMESANAN

SILAHKAN SMS KE :  081 578 488 300

PIN BB : 24D1F4A0

SEDIA  : SARANG SEMUT PUTIH, SARANG SEMUT MERAH, BENTUK IRISAN DAN SERBUK

Kami melayani 24 jam

Hati-hati jangan terpengaruh harga yg murah, karena bisa jadi dengan kwalitas kurang bagus sehingga kandungan flavonoid dan Mineral yg rendah

Penelitian Mahasiswa UGM ttg Mendapat Medali Emas di Makassar

Mampu Membunuh Sel Kanker

27/07/2011 08:48:51 SARANG semut (Myrmecodia Peden) selama ini banyak digunakan masyarakat utk pengobatan. Tanaman epifit yg banyak dijumpai di daerah Papua ini diyakini mampu mengatasi berbagai berat seperti, diabetes, hipertensi, lever, asam urat, dan. Setelah dilakukan berbagai penelitian ilmiah yg mampu membuktikan khasiat dari tanaman ini.

Penelitian yg dilakukan mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM, Arius Suwondo, Felicia Widyaputri, Marika Suwondo dan Prenali Satmika membuktikan sarang semut mampu menghambat bahkan membunuh sel. Penelitian tersebut mengantarkan kelima mahasiswa tersebut meraih medali emas pada Pimnas XXIV di Universitas Hasanudin, Makasar 19-21 Juli lalu.* Bersambung hal 7 kol 3

Penelitian tersebut berjudul ‘Myrmecodia Peden: Alternatif Kemoterapi Kanker Payudara dengan Efek Samping Minimal’. Kepada wartawan di FK-UGM, Selasa (26/7) Arius Suwondo mengatakan, tim ini tergerak meneliti tanaman sarang semut karena selama ini banyak dikonsumsi masyarakat dan dipercaya dapat menyembuhkan berbagai, di antaranya.

Para mahasiswa melakukan kajian lebih dalam utk mengetahui apakah tanaman ini bisa digunakan sebagai obat alternatif utk mengobati dengan efek samping minimal, tidak seperti pada pengobatan kemoterapi yg menimbulkan sejumlah efek samping. Ide muncul setelah melihat pengobatan dengan cara kemoterapi banyak menimbulkan penderita putus ada.

Di tengah pengobatan drop out dan menghentikan terapi karena mengalami beberapa efek samping. Diharapkan dengan pengobatan herbal sarang semut mampu meminimalisir efek samping penderita. Sarang semut diketahui mengandung flavanoid dan polifenol yg berfungsi sebagai antioksidan sehingga sangat baik utk pencegahan.

Selain itu juga mengandung tokoferol dan alfa-tokoferol, zat dengan aktivitas anti oksidan tinggi mampu menghambat radikal bebas. Disebutkan Arius dari hasil uji sitotoksik diketahui adanya aktivitas terhadap sel, setelah direaksikan dengan ekstrak sarang semut. Ekstrak sarang semut terbukti mampu menghambat bahkan membunuh sel.

Hal ini terjadi melalui mekanisme apoptosis yaitu mematikan sel dengan cara terprogram tanpa menimbulkan rasa sakit pada penderita. ”Setelah melalui uji sitotoksis, dapat terlihat tanaman ini mampu menghambat dan bahkan mematikan sel dengan mekanisme apoptosis, tidak memecahkan sel yg menimbulkan peradangan yg bisa membahayakan kesehatan pasien,” ujarnya.

Menurut Felicia Widyaputri, dengan dosis Inhibitory Consentration (IC) 50 sebesar 539,902 mikrogram/mililiter mampu menghambat hingga 50 persen pertumbuhan sel. Saat dosis ekstrak sarang semut ditingkatkan dengan Effective Consentration (EC)50 sebesar 1599,998 mikrogram/mililiter dapat membunuh sel hingga 50 persen.

”Ketika dosisnya meningkat maka proses apoptosisnya juga meningkat, dengan EC 50 sebesar 1599,998 mikrogram/mililiter dapat membunuh sel sampai angka 50 persen,” kata mahasiswi angkatan 2008 ini. Penilitian yg dilakukan ke-5 mahasiswa baru dilakukan secara in vitro (skala laboratorium) belum diujikan pada hewan maupun manusia.

Dengan hasil penelitian yg menunjukkan hasil positif tersebut tidak menutup kemungkinan ke depan akan dicobakan ke hewan. Selanjutnya ke manusia namun perlu dilakukan serangkaian pengujian lebih dalam lagi,” ujarnya. (Asp)-e

Artikel ini di copy-paste dari Kedaulatan Rakyat Online

RISET ILMIAH TUMBUHAN SARANG SEMUT Oleh Trubus

Hasil diagnosis dokter Samuel menyebutkan, Mona Pangkey mengidap akibat kelainan kelenjar. Kabar itu terasa menyakitkan utk ibu satu anak itu. Resep dari dokter segera ia tukarkan di apotek lantaran hasrat utk sembuh begitu besar. Sayg, impian sembuh bagai fatamorgana yg sulit direngkuh. Setahun mengkonsumsi obat-obatan yg disarankan dokter, penyakit maut itu masih bercokol. Itulah sebabnya, Mona melirik pengobatan herbal.

Namun, jalan penyembuhan itu juga tidak memberi banyak harapan. Sakitnya tidak kunjung membaik. Saya sangat khawatir dan gelisah oleh karena saya sudah berkeluarga dan memjugayai seorang anak kecil, katanya. Kegelisahannya memuncak tatkala itu meranum, lalu pecah. Nanah dan darah mengalir deras dari luka itu. Ia merasakan nyeri yg sangat sehingga selama 3 pekan beristirahat. Meski demikian harapan utk sembuh tidak pernah putus.

Ketika suaminya membawa serbuk sarang semut (Myumeccodia) dari teman sejawat, harapan itu meletup-letup. Maklum, di kemasan memang tertulis, sarang semut (Myumeccodia) antara lain mampu mengatasi dan. Hari itu, pada pertengahan 2005, mulailah Mona Pangkey meminum rebusan serbuk sarang semut (Myumeccodia). Yang disebut sarang semut (Myumeccodia) bukan sarang yg dibuat oleh semut dan menggelantung di pohon-pohon. Sarang semut nama sekelompok tumbuhan epifit yg menempel di pohon.

Kelompok tumbuhan itu terdiri atas 2 genus Myrmecodia dan Hydnophytum dengan belasan spesies. Umbi kedua jenis tumbuhan anggota famili Rubiaceae itu menggelembung dipenuhi duri tajam. Di dalam umbi itulah tdpt labirin-labirin yg dihuni oleh semut dan cendawan. Daging umbi tanaman itulah yg diris tipis-tipis, dijemur, dan dikemas dalam plastik transparan. Ramuan itu disodorkan kepada Mona Pangkey oleh sang suami. Setiap hari ia 3 kali minum rebusan sarang semut (Myumeccodia) masing-masing segelas. Sebulan berselang, benjolan di leher hilang sama sekali bersamaan dengan mengeringnya luka dan lenyapnya sakit saat mengunyah. Mona penasaran dengan kejadian itu.

Pada September 2005 ia memeriksakan diri ke dokter yg dulu menyarankan utk mengoperasi tumornya. Dokter terheran-heran saya sudah sembuh. Lalu dokter menanyakan apakah saya minum obat lain? Karena katanya selama ini pasien-pasiennya yg sama, tidak pernah dapat sembuh secepat yg saya alami, paparnya. Terbukti Se bagaimana Tata Cara empiris sarang semut (Myumeccodia) tidak hanya tokcer menyembuhkan /. Penyakit-penyakit lain yg berhasil diatasi oleh kerabat kacapiring itu antara lain bronkitis, diabetes mellitus, hipertensi, jantung koroner, dan stroke (baca: Sang Penambal Jantung Bocor, halaman 16- 17). Oleh oleh karena itu saat ini banyak pasien menyandarkan harapan kesembuhan pada sarang semut (Myumeccodia) seperti dialami Mona Pangkey. Kesembuhan Mona Pangkey bukan sekadar se bagaimana Tata Cara tidak sengaja belaka.

Para peneliti negeri jiran membuktikannya melalui serangkai riset ilmiah. Dalam uji in vitro, anggota famili Rubiaceae itu terbukti tokcer mengatasi sel. Yang membuktikan keampuhan itu ialah Qui Kim Tran dari University National of Hochiminch City dan koleganya seperti Yasuhiro Tezuka, Yuko Harimaya, dan Arjun Hari Banskota. Ketiga orang sejawat Qui itu bekerja di Toyama Medical and Pharmaceutical University. Qui Kim Tran mengambil by ki nam-sebutan sarang semut (Myumeccodia) di Vietnam-dari Tinh Bien, Provinsi Angiang dan Provinsi Lamdong. Di negeri lumbung beras itu sarang semut (Myumeccodia) se bagaimana Tata Cara tradisional dimanfaatkan utk mengatasi beragam seperti , hepatitis, keputihan, malaria, dan rematik.

Tumbuhan berbobot 2-3 kg itu kemudian diekstrak dengan berbagai pelarut seperti air, methanol, dan campuran methanol-air. Mereka lantas menumbuhkan 3 sel yg amat metastesis alias mudah menyebar ke utkan tubuh lain seperti serviks, kanker paru, dan usus. Masing-masing hasil ekstraksi itu lalu diberikan kepada setiap sel. Hasilnya menakjubkan, sarang semut (Myumeccodia) memjugayai aktivitas antiproliferasi.

Dalam dunia kedokteran, proliferasi berarti pertumbuhan sel yg amat cepat dan abnormal. Kanker memang berarti pertumbuhan sel yg cepat dan tidak terkendali. Antiproliferasi berarti menghambat proses perbanyakan sel itu, papar dr Willy Japaries MARS, dokter alumnus Universitas Indonesia. Seperti dikutip Biology Pharmaceutical Bulletin, periset itu menuturkan, Seluruh ekstrak sarang semut (Myumeccodia) menekan proliferasi sel manusia. Dalam uji itu terbukti tingkat efektivitas EC50 mencapai 9,97 mg/ml pada ekstrak methanol. Artinya hanya dengan dosis kecil, 9,97 mg/ml, ekstrak sarang semut (Myumeccodia) mampu menekan 50% laju pertumbuhan sel. Sedangkan EC50 pada ekstrak air 22,3 mg/ml; campuran methanol-air, 11,3 mg/ml. Riset itu seperti meneguhkan pengalaman empiris banyak orang yg sembuh dari.

Menurut Hendro Saputro, produsen sarang semut (Myumeccodia) di Wamena, Papua, se bagaimana Tata Cara empiris sarang semut (Myumeccodia) mampu mengatasi beragam jenis, selain itu nasofaring. Flavonoid Menurut Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, guru besar Jurusan Farmasi Universitas Indonesia, tanaman epifit seperti sarang semut (Myumeccodia) memang potensial sebagai obat. Jika tanaman hidup bersimbiosis dengan tanaman lain, kaya metabolit sekunder. Ada yg berasal dari tanaman inang maujuga epifit itu sendiri, ujar Sumali. Semua makhluk memiliki metabolit primer yg sangat dibutuhkan antara lain karbohidrat, protein, lemak, dan asam lemak. Sedangkan metabolit sekunder seperti alkaloid, terpenoid, steroid, dan glikosida tidak mutlak ada.

Senyawa aktif apa yg terkandung dalam sarang semut (Myumeccodia)? Uji penapisan yg dilakukan oleh Dr Muhammad Ahkam Subroto dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi membuktikan, sarang semut (Myumeccodia) mengandung flavonoid dan tanin. Dengan ditemukannya senyawa flavonoid dan tanin, sarang semut (Myumeccodia) sangat berpotensi menjadi fitofarmaka setelah melalui serangkaian uji, ujar Prof Dr Sidik, guru besar Farmakologi Universitas Padjadjaran. Bagi tubuh, flavonoid berfungsi sebagai antioksidan sehingga ampuh mencegah sekaligus mengatasi serangan.

Mekanisme kerja flavonoid dalam mengatasi dengan menginaktifasi karsinogen, penghambatan siklus sel, dan induksi apoptosis. Sumali Wiryowidagdo, mengingatkan utk tidak terlalu lama ketika merebus sarang semut (Myumeccodia). Tujuannya agar flavonoid yg dikandung tidak rusak. Kalau dilakukan perebusan pada suhu 90oC hanya boleh 15 menit, ujarnya. Mengenai kandungan flavonoid dan tanin, Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, guru besar Farmasi ITB mengatidakan, sulit menganalisis lantaran tergantung senyawa yg diikat.

Flavonoid dan tanin terdiri atas banyak senyawa. Bentuknya bervariasi, masing-masing memjugayai fungsi tersendiri, dari antioksidan, antialergi, sampai antibakteri, kata doktor Farmakologi itu. Hingga tulisan ini diturunkan, Muhammad Ahkam masih menguji elusidasi utk mengetahui jenis tanin dan flavonoid. Masih ada kegunaan lain flavonoid: meningkatkan air susu ibu. Menurut ahli gizi Institut Pertanian Bogor, Ahmad Sulaeman PhD, flavonoid memiliki sifat laktagogal yg mengandung hormon penting utk merangsang dan melancarkan air susu ibu. Itulah yg dialami oleh Tri Wayat Turyanti (34 tahun) saat melahirkan bayi kembar 4 tahun lalu. Produksi ASI-nya tidak mencukupi kebutuhan Ari Tegar Pambudi dan Ario Pangestu-nama kedua bocah kembar itu. Namun, 2 pekan setelah melahirkan ia rutin minum rebusan sarang semut (Myumeccodia) produksi ASI berlimpah. Perempuan kelahiran Jayapura 24 Oktober 1971 itu juga merasa lebih fit dan tidak mudah lelah.

Di samping itu nongon-sebutan sarang semut (Myumeccodia) di Lembah Baliem-juga mengandung tokoferol. Tokoferol mirip vitamin E yg berefek antioksidan efektif. Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, guru besar Farmasi ITB, kandungan tokoferol itu cukup tinggi. Tokoferol berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker. Ia menangkal serangan radikal bebas dengan bagaimana Tata Cara antidegeneratif, katanya. Senyawa kaya vitamin E itu juga berfaedah sebagai antipenuaan. Bila kita mengkonsumsi banyak lemak dan radikal bebas, dengan adanya tokoferol akan mengatasinya, ujar ahli Ahmad Sulaeman PhD. Doktor ahli nutrisi alumnus University of Nebraska Lincoln itu mengungkapkan, peran vitamin E utk kesehatan amat vital. Ia mencegah asam lemak tidak jenuh, komponen sel membran dari oksidasi oleh radikal bebas.

Tingginya peroksidasi komponen itu memicu serangan degeneratif seperti beragam, diabetes mellitus, dan. Nah, tokoferol dalam sarang semut (Myumeccodia) mencegah terjadinya peroksidasi alias menekan serangan. Kebutuhan tokoferol pria dewasa 15 mg per hari. Dari konsumsi sarang semut (Myumeccodia) itu saja sudah tercukupi, berlebih malah. Apakah justru berdampak buruk? Ahmad Sulaeman mengatidakan, konsumsi tokoferol berlebih tetap aman. Bahkan bila dosisnya sampai 800 mg per hari juga masih aman, ujar dosen Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga IPB itu. Sulaeman mengatidakan, sarang semut (Myumeccodia) berfaedah sebagai pangan fungsional. Maksudnya, memberikan nilai gizi sekaligus bermanfaat utk kesehatan. Contoh, kandungan kalium berguna utk penderita hipertensi. Karbohidrat terdiri atas pati dan serat yg bermanfaat mencegah serangan koroner dan kardiovaskuler.

Pulih kembali Riset ilmiah lain juga dilakukan oleh Muhammad Ahkam Subroto utk menjamin keamanan konsumen sarang semut (Myumeccodia). Penghujung Maret 2006 ia menguji tingkat keamanan konsumsi sarang semut (Myumeccodia). Ekstrak air tumbuhan obat itu diberikan kepada 3 kelompok mencit; 1 kelompok lain, kontrol-tidak diberi ekstrak. Setiap kelompok mencit terdiri atas 10 ekor masing-masing 5 jantan dan betina berumur 3 bulan serta berbobot 16 gram. Delapan jam setelah dipuasakan, 3 kelompok mencit diberi ekstrak sarang semut (Myumeccodia) dengan dosis 7,5 mikroliter utk kelompok I, 75 mikroliter (II), dan 750 mikroliter (III). Ekstrak diberikan se bagaimana Tata Cara oral. Jika dikonversi pada manusia berbobot 50 kg, dosis 7,5 mikroliter setara 30 sendok makan. Dosis percobaan lazimnya hanya 2 g. Dosisnya memang dilipatgandakan utk mengetahui tingkat keracunan, ujar doktor alumnus University of New South Wales Sydney, Australia. Hasilnya? Hingga hari ke-5, pemberian ekstrak sarang semut (Myumeccodia) utk semua dosis belum mempengaruhi kinerja, hati, jantung, limpa, organ reproduksi, dan paru. Artinya, ke-6 organ itu masih berfungsi normal. Pada hari ke-12 organ mencit kelompok I dan II tidak ada perubahan bila dibandingkan dengan kelompok kontrol. Namun, ginjal kelompok III terjadi degenerasi dan lisis pada sel epitel tubuli. Sedangkan ginjal kelompok I dan II baru mengalami degenerasi pada hari ke-19. Pada hari yg sama, hati semua kelompok melemak. Hanya 2 organ itulah yg mengalami gangguan; 4 organ lain, tetap berfungsi dengan baik. Yang menggembirakan kerusakan dan hati memiliki sifat reversibel alias pulih kembali pada hari ke-23. Itu berarti daya tahan sel sudah beradaptasi. Aman Riset itu membuktikan, konsumsi 3 kali 1 sendok makan lokon-sebutan sarang semut (Myumeccodia) di Wamena-per hari masih sangat aman.

Soal keamanan juga ditindaklanjuti Ahkam melalui uji toksisitas kronis. Satwa pengerat kembali menjadi kelinci percobaan. Mereka diutk dalam 2 kelompok, masing-masing terdiri atas 5 jantan dan 5 betina. Kelompok A diberi 1.500 mikroliter; kelompok B, 3.000 mikroliter ekstrak air sarang semut (Myumeccodia). Meski dosis ditingkatkan hingga 400 kali, 3 pekan berselang tidak seekor Mus cervicolor juga meregang nyawa. Anggota bangsa Rodentia itu sehat walafiat. Itulah sebabnya uji toksisitas akhirnya dihentikan. LD50 (lethal dosage, dosis mematikan, red) tidak ditemukan. Jadi rupanya dengan konsentrasi 400 kali belum cukup toksik utk mematikan. Itu berita bagus, walau kita mungkin harus cari sampai dosis ditingkatkan 1.000 kali. Namun, dosis itu kan sudah keterlaluan, ngga mungkin orang konsumsi sampai satu kilo, ujar ahli peneliti utama LIPI itu. Ahkam menyimpulkan, angka LD50 sarang semut (Myumeccodia) amat tinggi sehingga keamanan konsumen terlindungi. Menurut Prof Dr Sumali kriteria obat yg bagus jika dosis efektif berjauhan dengan LD50. Harap mafhum, konsumsi herbal umumnya tanpa pengawasan dokter. Makin tinggi hasil toksisitasnya makin bagus sebagai obat, kata Sumali. Bandingkan dengan kemoterapi, misalnya, yg dosis mematikannya hanya 10 kali, sementara sarang semut (Myumeccodia), dosis hingga 400 kali juga belum terjadi kematian. Dengan temuan riset itu keselamatan konsumen sarang semut (Myumeccodia) memang terjaga. Selain itu konsumen juga memjugayai banyak pilihan obat utk menanggulangi gempuran beragam. Sekadar menyebut contoh ada minyak buah merah, virgin coconut oil alias minyak kelapa murni, dan sarang semut (Myumeccodia).

Konsumen tidak perlu pening memilih penyembuh. Sebab, masing-masing memjugayai pemanfaatan berbeda. Riset ilimiah yg dilakukan berbagai pihak memang baru langkah awal utk menyibak misteri sarang semut (Myumeccodia). Sehendep-sebutan sarang semut (Myumeccodia) di suku Yali-mesti melalui beragam uji lain seperti uji in vivo dan uji klinis utk membuktikan keampuhannya sebagai panasea alias obat beragam. Uji in vitro saja belum cukup lantaran, Uji in vitro belum menjamin keberhasilan in vivo.

Cukup Banyak faktor seperti hormon dan mekanisme kerja tubuh lain yg berpengaruh, ujar Japaries. (Sardi Duryatmo/Peliput: Dian Adijaya, Imam Wiguna, Syalita Fawnia, & Vina Fitriani) OBAT ALTERNATIF: SARANG SEMUT PENAKLUK PENYAKIT MAUT Oleh: M. Ahkam Subroto Papua merupakan salah satu daerah di Indonesia yg kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk tanaman obat. Beberapa tanaman obat asal Papua telah menyedot perhatian banyak kalangan, baik kalangan medis konvensional maujuga kalangan pengobatan komplementer dan alternatif, termasuk di antaranya ialah mahkota dewa yg populer pada awal 2000, buah merah 2004 dan keben 2005.

Kini herbal-herbal itu masih terus dibi bagaimana Tata Carakan dan digunakan oleh masyarakat luas. Khasiatnya mulai pula diakui di luar negeri. Awal 2006 kita telah memperkenalkan satu herbal lagi dari Papua yg juga mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat luas, yaitu tumbuhan sarang semut (Myumeccodia). Sarang semut memiliki banyak khasiat utk pengobatan berbagai, mulai dari yg ringan seperti mimisan, maag, asam urat dan wasir hingga-penyakit berat seperti, kanker, TBC dan koroner. Selain itu, tumbuhan ini dapat meningkatkan dan memperlancar produksi air susu ibu (ASI) dan memulihkan kesehatan wanita setelah persalinan, meningkatkan stamina dan sebagai afrodisiak (meningkatkan gairah seksual).

Mengenal Tumbuhan Sarang semut yg telah dikenal oleh masyarakat luas ialah sarang semut (Myumeccodia) berupa lubang-lubang di tanah, bangunan / daun-daun di pohon yg dibuat sendiri oleh koloni semut tertentu, dapat semut merah, rangkang, semut hitam, / semut putih. Namun yg dimaksud di sini bukan sarang semut (Myumeccodia) seperti itu, melainkan tumbuhan epifit yg menempel di pohon-pohon besar yg batang utkan bawahnya menggelembung berisi rongga-rongga yg disediakan sebagai sarang semut (Myumeccodia) jenis tertentu.

Sarang semut merupakan tumbuhan dari Hydnophytinae (Rubiaceae) yg berasosiasi dengan semut. Tumbuhan ini memiliki sifat epifit, artinya menempel pada tumbuhan lain, tidak hidup se bagaimana Tata Cara parasit pada inangnya tetapi hanya memanfaatkannya utk menempel. Contoh epifit lain yg lazim dijumpai hidup di pohon ialah lumut kerak, lumut, alga, tumbuhan perambat dan anggrek.

Sebenarnya ada 5 genus sarang semut (Myumeccodia) dari famili Rubiaceae, tetapi hanya genus Hydnophytum dan Myrmecodia yg paling dekat berasosiasi dengan semut. Genus sarang semut (Myumeccodia) itu diutk menjadi beberapa spesies berdasarkan struktur umbinya. Hydnophytum terdiri dari 45 spesies dan Myrmecodia 26 spesies. Semua spesies dari tumbuhan ini memiliki batang menggelembung yg berongga-rongga menyerupai buah yg umumnya dihuni oleh semut. Penyebaran sarang semut (Myumeccodia) mulai dari Semenanjung Malaysia hingga Filipina, Kamboja, Sumatera, Kalimantan, Jawa, Papua, Papua Nugini, Cape York hingga Kepulauan Solomon.

Di Propinsi Papua, tumbuhan sarang semut (Myumeccodia) dapat dijumpai terutama di kawasan Pegunungan Tengah, yaitu di hutan belantara Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Pegunungan Bintang dan Kabupaten Paniai. Keanekaragaman terbesar dari sarang semut (Myumeccodia) ditemukan di pulau Papua dimana spesies dataran tingginya ialah lokal spesifik. Se bagaimana Tata Cara ekologi, sarang semut (Myumeccodia) tersebar dari hutan bakau dan pohon-pohon di pinggir pantai hingga ketinggian 2400 m.

Sarang semut paling banyak ditemukan di padang rumput dan jarang ditemukan di hutan tropis dataran rendah, tetapi lebih banyak ditemukan di hutan dan daerah pertanian terbuka dengan ketinggian sekitar 600 m. Ia banyak ditemukan menempel pada beberapa pohon, umumnya di pohon kayu putih, cemara gunung, kaha, dan pohon beech, tetapi jarang pada pohon-pohon dengan batang halus dan rapuh seperti Eucalyptus. Sarang semut juga tumbuh pada dataran tanpa pohon dengan nutrisi rendah dan di atas ketinggian pohon. Di habitat liarnya sarang semut (Myumeccodia) dihuni oleh beragam jenis semut dan kadang kadang oleh tiga spesies dari genus Iridomyrmex.

Identifikasi yg kita lakukan terhadap sarang semut (Myumeccodia) Myrmecodia pendens menunjukkan bahwa tumbuhan ini dihuni oleh koloni semut dari jenis Ochetellus sp. Pengetahuan Tradisional Dari literatur tercatat hanya ada 1 spesies Hydnophytum dan 1 spesies Myrmecodia yg digunakan sebagai bahan obat oleh penduduk lokal suatu daerah tertentu di Asia Tenggara, yaitu Hydnophytum formicarum Jack dan Myrmecodia tuberosa Jack.

Di Indonesia, H. formicarum yg di Jawa disebut urek-urek polo bentuk pastanya digunakan utk mengobati pembengkakan, sakit kepala dan rematik. Sedangkan air rebusannya digunakan utk mengobati hernia dan maag. Di Filipina, air rebusannya digunakan utk mengobati liver dan masalah pencernaan. Di Thailand, serbuknya digunakan utk antelmintik (obat cacing), tonik, penyakit tulang, penyakit kulit, penyakit paru-paru, sakit di persendian dan sebagai bahan campuran utk obat antidiabetes.

Di Malaysia, air rebusannya digunakan utk mengobati. Di Vietnam, tumbuhan ini digunakan utk mengobati hepatitis, rematik dan . Di Indonesia pasta dari spesies M. tuberosa, disebut rumah semut, digunakan utk mengobati pembengkakan dan sakit kepala. Selain itu, spesies lain M. pendans juga digunakan se bagaimana Tata Cara tradisional oleh penduduk lokal tertentu di Papua utk menyembuhkan beragam gangguan kesehatan, tetapi tidak jelas jenis-jenis yg dapat disembuhkan dengan sarang semut (Myumeccodia) jenis ini. Berdasarkan pengetahuan tradisional inilah akhirnya kita sejak tahun 2002 mulai mengembangkan dan mempopulerkan sarang semut (Myumeccodia) jenis ini sebagai obat beragam seperti/kanker, jantung koroner, wasir, stroke, rematik, gangguan prostat, dll.

Serangkaian penelitian ilmiah telah kita lakukan di LIPI utk mengungkap khasiat sarang semut (Myumeccodia) ini. Kandungan Senyawa Aktif Analisis kimia dari sarang semut (Myumeccodia) menunjukkan bahwa tumbuhan ini terutama mengandung senyawa-senyawa kimia dari golongan flavonoid dan tanin. Flavonoid merupakan golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik yg banyak merupakan pigmen tumbuhan. Saat ini lebih dari 6000 senyawa yg berbeda masuk ke dalam golongan flavonoid.

Flavonoid merupakan utkan penting dari diet kita oleh karena banyak manfaatnya utk kesehatan. Fungsi kebanyakan flavonoid dalam tubuh kita ialah sebagai antioksidan. Manfaat flavonoid antara lain ialah utk melindungi struktur sel, memiliki hubungan sinergis dengan vitamin C (meningkatkan efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang dan sebagai antibiotik. Dalam banyak kasus flavonoid dapat berperan se bagaimana Tata Cara langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri / virus. Fungsi flavonoid sebagai antivirus telah banyak dipublikasikan, termasuk utk virus HIV (AIDS) dan virus herpes.

Selain itu, flavonoid juga dilaporkan berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa lain seperti, kataraks, diabetes, encok/rematik, migren, wasir, dan periodontitis (radang jaringan ikat penygga akar gigi). Kemampuan sarang semut (Myumeccodia) utk pengobatan berbagai jenis/tumor, TBC, dan/rematik berkaitan erat dengan kandungan flavonoidnya. Tanin merupakan astringen, polifenol tanaman rasa pahit yg dapat mengikat dan mengendapkan protein. Umumnya tanin dikenal digunakan utk penyamakan kulit, tetapi tanin juga banyak aplikasinya di bidang pengobatan, misalnya utk pengobatan , hemostatik (menghentikan perdarahan), dan wasir. Kemampuan sarang semut (Myumeccodia) utk pengobatan wasir dan mimisan berkaitan erat dengan kandungan taninnya. Selain itu, sarang semut (Myumeccodia) kaya akan antioksidan tokoferol (vitamin E) dan beberapa mineral penting utk tubuh seperti kalsium, natrium, kalium, seng, besi, fosfor dan magnesium. Di dalam sistem metabolisme tubuh, kalsium berfungsi dalam kerja, impuls syaraf, dan pembekuan darah. Besi berfungsi dalam pembentukan hemoglobin, transpor oksigen, aktivator enzim.

Fosfor berfungsi dalam penyerapan kalsium dan produksi energi. Natrium memiliki peranan dalam kesetimbangan elektrolit, volume cairan tubuh dan impuls syaraf. Kalium berfungsi dalam ritme, impuls syaraf dan kesetimbangan asam-basa. Seng memiliki fungsi dalam sintesis protein, fungsi seksual, penyimpanan insulin, metabolisme karbohidrat dan penyembuhan luka. Sedangkan magnesium memiliki peranan dalam fungsi tulang, hati, otot, transfer air intraseluler, kesetimbangan basa dan aktivitas neuromuskuler. Fungsi-fungsi mineral di atas dapat menjelaskan beberapa khasiat lain dari sarang semut (Myumeccodia), misalnya dalam membantu mengatasi berbagai macam/gangguan, melancarkan haid dan mengobati keputihan, melancarkan, mengobati migraen (sakit kepala sebelah), gangguan fungsi dan prostat, memulihkan kesegaran dan stamina tubuh, dan memulihkan gairah seksual.

Aktivitas Farmakologi Di beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam, riset sarang semut (Myumeccodia) dari jenis H. formicarum telah mulai dilakukan sejak 5 tahun yl, terutama yg berkaitan dengan evaluasi toksisitas, antioksidan dan antikanker. Sejauh ini telah dilaporkan bahwa ekstrak metanol, metanol:air (1:1), dan air dari H. formicarum telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan beberapa jenis sel dan se bagaimana Tata Cara in vitro dengan aktivitas yg cukup tinggi. Salah satu mekanisme yg telah terungkap ialah induksi apoptosis yg ditunjukkan dengan adanya perubahan morfologi dan fragmentasi DNA. Ekstrak etanol dari H. formicarum juga dilaporkan mengandung senyawa aktif inhibitor histone deacetylase (HDAC) yg memiliki aktivitas antikanker yg efektif. Inhibitor HDAC merupakan kelas senyawa aktif yg saat ini tengah diuji klinis sebagai antikanker.

Inhibitor HDAC telah dibuktikan dapat menghambat pertumbuhan sel, menginduksi diferensiasi dan menyebabkan kematian sel apoptotik dari sel-sel kanker payudara, paru-paru, indung telur, prostat dan usus. Diduga inhibitor HDAC menyebabkan aktivasi transkripsional dari beberapa gen yg ekspresinya menyebabkan penghambatan pertumbuhan. Ekstrak air dan kloroform dari H. formicarum telah dilaporkan pula memiliki aktivitas antioksidan yg kuat melalui uji radikal bebas 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dengan konsentrasi penghambatan (IC50) masing-masing sebesar 32,95 mg/ml dan 39,1 mg/ml. Satu senyawa murni yg telah berhasil diisolasi dari ekstrak heksana H. formicarum ialah stigmasterol yg memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel payudara dan sel nasofaring dengan nilai LC50 sebesar 87,7 dan 34,3 mg/ml. Multi khasiat sarang semut (Myumeccodia) jenis M. pendans diduga kuat berkaitan dengan kandungan senyawa aktifnya, terutama dari golongan flavonoid, tanin, tokoferol, multi-mineral (Ca, Na, K, P, Zn, Fe, Mg) dan polisakarida. Ekstrak etanol dari M. pendans memiliki aktivitas antioksidan sedang dengan IC50 sebesar 48,6 mg/ml. Ekstrak yg sama memiliki aktivitas pula sebagai inhibitor xanthine oxidase (anti asam urat) yg setara dengan allopurinol pada konsentrasi 200 mg/ml. Uji toksisitas yg telah dilakukan terhadap ekstrak air M. pendans menunjukkan bahwa konsumsi sarang semut (Myumeccodia) pada dosis 3 x 1 sendok makan (dosis yg lazim dikonsumsi) masih tergolong aman. Senyawa murni yg telah berhasil diisolasi ialah dari golongan steroid/terpenoid dan flavonoid glikosida. Cara Pemanfaatan utk Pengobatan Alternatif Saat ini ada 2 bentuk produk sarang semut (Myumeccodia) yg beredar di pasaran, yaitu serbuk kering dan kapsul ekstrak air. Cara penggunaan utk serbuk sarang semut (Myumeccodia) ialah sebagai berikut: (1) Tuangkan satu sendok makan penuh (sekitar 10 g) bubuk itu ke dalam panci yg terbuat dari stainless steel (jangan menggunakan panci aluminium, dapat bocor) berisi kurang lebih 500 ml air (2 gelas); (2) Masak bubuk itu sampai mendidih, api dikecilkan sambil diaduk sesekali selama sekitar 15 menit (2 gelas air menjadi 1 gelas); (3) Dinginkan hasil rebusan itu; (4) Saring air hasil rebusan itu dan air hasil rebusan itu siap diminum. Se bagaimana Tata Cara umum, anak-anak usia di bawah 10 tahun diberi minum setengah tidakaran dewasa dengan dosis penggunaannya ialah: a). utk penyembuhan: minumlah air hasil rebusan itu se bagaimana Tata Cara teratur 2-3 kali sehari hingga sembuh dan setiap tidakaran obat hanya utk satu kali penggunaan; b). utk pencegahan: dapat diminum se bagaimana Tata Cara teratur 1-2 kali seminggu agar tetap sehat dan bugar. Sedangkan utk sediaan dalam bentuk kapsul (@500 mg), dosis pengobatan utk setiap pada umumnya 1-2 kapsul sekali minum, 3x sehari, utk meningkatkan ASI 2 x 1 kapsul sehari dan utk stamina, 2 x 1 kapsul sehari. Sebagai penutup perlu ditekankan di sini bahwa dari sekian banyak spesies sarang semut (Myumeccodia) yg ada, hanya ada 3 spesies yg berkhasiat obat sesuai dengan pengetahuan tradisional penduduk lokal di Asia Tenggara, yaitu H. formicarum, M. tuberosa dan M. pendans. Karena itu, demi keamanan penggunaan disarankan agar masyarakat bersikap berhati-hati dalam memilih jenis sarang semut (Myumeccodia) yg tepat utk pengobatan.

PEMESANAN VIA

SMS 

081 578 488 300

PIN BB  24D1F4A0

CARA PESAN : KETIK NAMA.ALAMAT.HP.JUMLAH
REKENING

MANDIRI 1360007192625 Atas nama :  Gusta Fitriawan

ATAU

BCA 2611834561 Atas nama : Gusta Fitriawan

Kami melayani 24 jam

SEDIA  : SARANG SEMUT PUTIH, SARANG SEMUT MERAH, BENTUK IRISAN DAN SERBUK

Hati-hati jangan terpengaruh harga yg murah, karena bisa jadi dengan kwalitas kurang bagus sehingga kandungan flavonoid dan Mineral yg rendah

Incoming search terms:

comments


Switch to our mobile site