KANKER PROSTAT

Apa Itu Kanker Prostat?

Hampir 80% laki-laki menderita kanker prostat. Akan tetapi, hanya sebadian kecil yang menunjukkan gejal kanker prostat. Prostat adalah kelenjar yang hanya dimiliki oleh kaum pria, letaknya mengelilingi leher kandung kemih dan saluran kemih bawah. Bentuknya seperti buah kenari dan mempunyai ukuran 4x3x2 cm dengan berat kurang lebih 20 gram. Kelenjar ini menghasilkan cairan semen berwarna putih yang akan membawa sperma keluar melalui penis saat ejakulasi.

Apa Penyebabnya?

Sampai sekarang belum diketahui dengan pasti mengapa prostat dapat membesar terutama pada pria usia lanjut. Yang sydah jelas diketahui berperan adalah adanya DHT (dihidrotestosteron) yaitu hormone androgen utama dalam prostat dan faktor usia (penuaan). Dengan meningkatnya usia, prostat menjadi semakin sensitif terhadap stimulasi androgen, disamping kadar estrogen yang relative meningkat, semua ini akan mengakibatkan terjadinya hyperplasia (pembesaran) prostat yaitu membesarnya prostat lebih dari normal. Umumnya pembesaran ini bersifat jinak dan disebut dengan BPH (Benign Prostate Hipertrophy) namun dalam beberapa kasus pembesaran prostat tersebut dapat berubah menjadi ganas yang disebut dengan kanker prostat. Untuk membedakan keduanya harus dilakukan pemeriksaan oleh dokter.

Dokter akan menilai kesehatan Anda secara umum, lalu memeriksa adakah kelainan pada alat kelamin, kandung kencing dan ginjal. Juga diperiksa adakah hernia lipat paha atau skrotum yang sering ditemukan sebagai komplikasi mengedan pada penderita BPH. Pemeriksaan fisik yang penting adalah pemeriksaan colok dubur (DRE: Digital Rectal Examination).

Dilakukan untuk menilai ukuran, permukaan, kekenyalan prostat dan adakah nyeri tekan. Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter dengan menggunakan sarung tangan dan pelumas, lalu memasukkan jari ke dalam dubur untuk meraba prostat. Pemeriksaan ini tidak memakan waktu yang lama. Pemeriksaan ini tidak spesifik untuk BPH, dapat juga untuk menilai kemungkinan kanker prostat.

Faktor Resiko

Lebih dari 50% pria usia 60 tahun menderita pembesaran prostat dan meningkat menjadi 80% pada usia 80 tahun.

Gejala Klinis

Prostat yang membesar akan menjepit saluran kemih bawah akibat dari pembesaran volume prostat ataupun kontraksi dari otot prostat, sehingga aliran urin akan terhambat, namun tidak semua penderita akan merasakan gejala.

Beberapa gejala yang dapat timbul antara lain:

Sering buang air kecil pada siang atau malam hari.
Sering terbangun pada malam hari karena ingin buang air kecil.
Tidak bisa ditahan bila ingin buang air kecil.
Perlu mengejan bila buang air kecil.
Aliran air seni lemah dan tersendat.
Rasa tidak lampias/tidak puas setelah buang air kecil.

Bila sumbatan telah total maka penderita tidak bisa buang air kecil sama sekali. Masalah dalam berkemih dapat sangat mengganggu pasien dan akan mempengaruhi kualitas hidup. Beberapa pasien dapat mentoleransi rasa tidak nyaman saat berkemih, sementara sebagian lain tidak. Bila sudah muncul gejala-gejala obstruksi seperti aliran yang terputus-putus, harus menunggu lama sebelum kencing keluar sampai tidak bisa berkemih, maka itu menandakan terjadinya komplikasi serius dari BPH. BPH sendiri tidak mempengaruhi fungsi seksual.

Pemeriksaan laboratorium apa yang diperlukan?

Yang perlu diperiksa adalah sampel darah dan urin. Dari sampel darah diperiksa kreatinin, elektrolit, dan PSA (Prostate specific Antigen), selain pemeriksaan darah yang rutin (Hb, leukosit,dll). Dari urin diperiksa sedimen urin dan biakan kuman.

Adakah pemeriksaan lain yang dibutuhkan?

Untuk mendukung temuan pada pemeriksaan sebelumnya, dilakukan pemeriksaan penunjang lain seperti:

1.  Uroflowmetry

Mengukur pancaran urin maksimal, untuk mengetahui secara obyektif adanya obstruksi

2.  Trans Rectal Ulttra Sonography (TRUS)

Mengukur volume prostat dan mendeteksi kemungkinan keganasan serta untuk mengambil contoh jarinag prostat (biopsy) untuk diperiksa lebih lanjut. Dengan pemeriksaan ini juga bisa didapatkan gambaran kista dan peleburan vena disekitar prostat.

Pengobatan

Pilihan pengobatan yang ada saat ini:

Kontrol teratur (hanya pada keluhan yang ringan). Penderita dianjurkan untuk dikontrol keluhan (Skor AUA), uroflowmetri dan TRUS setiap tiga bulan. Bila terjadi kemunduran sebaiknya dimulai pengobatan atau tindakan bedah.
Pemberian obat blocker atau penghambat enzim alfa reduktase. Obat-obat yang digunakan untuk penanganan BPH sampai saat ini ada 3 jenis, yaitu penghambat adrenergic alfa, penghambat enzim 5 alfa reduktase dan phytoterapi. Obat penghambat adrenergik  alfa yang sering dipakai adalah tamsulosin, prasozin, doxazosin, terazosin, afluzosin. Obat penghambat enzim 5 alfa reduktase contohnya finasteride.
Operasi pengangkatan kelenjar prostat.
Tindakan bedah (pengobatan Invasif).

Indikasi mutlak untuk pengobatan invasive adalah:

Sisa kencing yang besar (>100cc)
Adanya infeksi saluran kemih yang sulit diatasi
Adanya batu di kandung kemih (batu buli-buli)
Kencing mengeluarkan darah (hematuria)
Tanda penurunan fungsi ginjal ( dari pemeriksaan ureum dan kreatinin darah)

Trans Urethtral Resection of the Prostate (TURP)

Saat ini masih merupakan standar emas penaganan pembesaran kelenjar prostat. Indikasinya adalah gejala-gejala ssedang sampai berat, volume prostat kurang dari 90 gram dan penderita cukup sehat untuk menjalani operasi. Pada operasi ini, prinsipnya adalah mengeluarkan bagian prostat yang membesar tanpa perlu operasi terbuka (menyayat dinding perut). Setelah menjalani prosedur ini, pasien biasanya memerlukan 4-5 hari perawatan di rumah sakit. Komplikasi yang dapat terjadi tergantung dari kemampuan dan pengalaman dokter spesialis urologi yang mengerjakan, serta faktor-faktor lain.

Penceegahan

Pembesaran prostat adalah suatu hal yang normal terjadi pada pria yang berusia diatas 50 tahun. Kejadiannya meningkat sesuai pertambahan usia, jadi proses ini tidak bisa dicegah. Segeralah berkonsultasi ke dokter bila mengalami 2-3 gejala yang tersebut diatas. Putuskan bersama dokter mengenai pengobatan yang paling cocok dengan kondisi Anda serta mintalah penjelasan mengenai keunggulan dan resiko setiap pengobatan yang akan dilakukan.

Aktivitas sehari-hari

Immobilisasi (kurang aktivitas) dan udara dingin dapat meningkatkan resiko retensi urin. Jadi menjaga tetap hangat dan latihan (olahraga) akan sangat berguna. Selain itu para pria harus meluangkan waktu untuk berkemih saat mulai terasa, meskipun tidak kebelet.

Faktor diet

Menghindari alkohol, kopi dan mengurangi minum setelah makan malam untuk mengurangi nokturia (kencing malam hari). Ada beberapa bukti ilmiah bahwa teh hijau yang mengandung flavonoids, suatu zat kimia yang mungkin baik untuk prostat.

Hindari obat-obatan yang memperburuk gejala

Penderita BPH  sebaiknya menghindari obat flu atau obat alergi yang mengandung dekongestan, seperti pseudoefedrin. Antihistamin seperti diphenhydramine, dapat menghambat aliran urin juga.

Latihan KEGEL

Latihan kegel atau otot dasar panggul, akan membantu mencegah kebocoran urin. Latihan ini akan memperkuat otot dasar panggul yang menyokong kandung kemih dan menutup sfingter (lubang). Saat berkemih, pasien berusaha untuk mengkontraksikan otot sampai alirannya melambat atau terhenti, kemudian lepaskan lagi. Latihan yang baik 5-15 kali kontraksi, masing-masing ditahan sekitar 10 detik, 3-5 kali sehari.

Pemeriksaan sendiri ini tentunya tidak dapat menjadi patokan diagnosis, karena gejala-gejala ini dapat juga terjadi akibat penyebab lain. Namun paling tidak, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter bila memiliki gejala –gejala seperti  ini.

untuk pencegahan dan penyembuhan silahkan konsumsi sarang semuta asli papua

order via sms 08232435888

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.