CARA MENGATASI DAN MENGOBATI MIMISAN

Penyebab mimisan secara umum

Pada saat kita kecil mungkin kita pernah terkena apa yang disebut mimisan, sering kali kejadian itu membuat kita takut dan khawatir, apa lagi terjadi padaanak-anak kita, lalu sebenarnya apayang dinamakan mimisan

Apakah Anda pernah Mimisan? Mimisan atau dalam istilah medisnya disebut epistaksis adalah keadaan dimana hidung mengalami pendarahan atau mengeluarkan darah. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, dan tentu saja Anda harus dengan cepat menghentikan pendarahan yang terjadi, agar tidak berdampak serius. Berikut ini adalah beberapa faktor umum yang menyebabkan Anda mimisan:

Mimisan atau keluarnya darah dari lubang hidung sering kali terjadi pada anak-anak dibanding orang dewasa karena kondisi tubuh anak yang masih rapuh dan rentan terhadap penyakit,  dan Jika anak Bapak/ibu atau keluarga mengalami mimisan, tidak perlu panik karena sebagian besar kasus mimisan hanya disebabkan karena luka atau trauma pada lapisan mukosa hidung yang tediri dari pembuluh-pembuluh darah halus. terkecuali jika pendarahan terjadi terus menerus dan sukar dihentikan maka perlu segera berkonsultasi ke dokter atau petugas medis.

cara mengatasi mimisan

Tubuh anak-anak terutama diusia balita masih sangat rentan terkena infeksi terutama pada saluran pernafasan. Virus influenza sering menyerang kelenjar pada hidung anak-anak sehingga terjadi peradangan. Peradangan pada kelenjar hidung akan mengakibatkan keluarnya lendir yang berlebihan yang akan menekan pembuluh darah pada lapisan mukosa yang sangat mungkin menimbulkan pendarahan dan halite patut kitasadari dan mengerti,lalu bagaimana cara mengatasi mimisan pada anak-anak ? jika anak anda mengalami mimisan, jangan cemas. Lakukan hal-hal berikut ini sebagai langkah pertolongan pertama sebelum berkonsultasi ke petugas medis.

Sebanyak 90 persen mimisan berhenti dengan sendirinya, sedangkan 10 persen memerlukan tindakan khusus. Asal tidak terlambat mendapatkan penanganan, komplikasi berat dapat dihindari seperti syok hingga tak sadarkan diri, atau anak sampai mengalami anemia atau turunnya tekanan darah secara drastis. Dokter spesialis anak dari RS Awal Bros Tangerang, Dr Robert Soetandio, SpA, MSi, Med, menyebutkan sejumlah tahapan pertolongan pertama pada anak yang mengalami mimisan.

1. Dudukkan anak, agar hidung lebih tinggi dari jantung. Jangan tidur telentang sebab aliran darah ke hidung bertambah deras dan darah dapat tertelan ke belakang.
2. Bungkukkan badannya ke depan sedikit, lalu beri instruksi agar bernafas dari mulut.
3. Tekan cuping hidung selama kurang lebih lima menit.
4. Pada hidung anak bisa diberikan kompres dingin untuk memperlambat aliran darah ke hidung.
5. Bila setelah lima menit mimisan belum berhenti, tekan lagi cuping hidung selama 10 menit.
6. Jika masih tetap berdarah, bawalah anak ke rumah sakit terdekat.
7. Jangan lupa, akan lebih baik setelah melakukan pertolongan pertama, segera konsultasikan kondisiini pada dokter.

  1. Trauma. Trauma yang terjadi pada hidung dan wajah dapat disebabkan oleh berbagai hal. Bisa saja karena benturan keras pada hidung, sinusitis, pilek atau flu, dan hal ini dapat dengan mudah membuat pembuluh darah superfisial pada hidung pecah dan akhirnya menyebabkan mimisan. Cedera seperti patah tulang hidung dapat menyebabkan mimisan kronis yang serius.
  2. Penggunaan Berlebihan Obat-obatan Tertentu. Pengencer darah atau obat antikoagulan seperti aspirin, non-steroid anti-inflammatory drugs (NSAIDs) seperti ibuprofen, dan obat terlarang seperti kokain dapat menyebabkan pendarahan hidung yang sangat sulit untuk dihentikan.
  3. Kondisi Cuaca yang Kering. Selama musim dingin atau musim panas yang ekstrim, Udara yang kering dapat mengeringkan udara sampai membran hidung, yang menyebabkan hidung berdarah.
  4. Paparan Bahan Kimia. Bahan kimia dapat menyebabkan alergi pada hidung. Asap rokok merupakan salah satu penyebabnya. Merokok dapat mengeringkan, mengiritasi dan menyebabkan retak pada lapisan hidung. Hidung rentan mengalami pendarahan saat rongga hidung tidak lembab. Paparan asam sulfat, amonia, bensin atau bahan kimia lainnya secara langsung juga dapat menyebabkan mimisan.
  5. Penyakit keturunan. Gangguan perdarahan keturunan, seperti hemofilia dan trombositopenia, atau rendahnya tingkat trombosit darah yang diperlukan untuk pembekuan. Dengue telangiectasia juga merupakan penyakit keturunan yang melibatkan pertumbuhan pembuluh darah di bagian belakang hidung.
  6. Aktivitas Fisik yang Berat. Tekanan darah secara alami meningkat ketika berlari, latihan berat dan mengangkat beban yang berat. Membungkuk juga dapat menyebabkan tekanan yang menghancurkan pembuluh di dalam hidung.
  7. Obat Homoeopati dan Suplemen Diet. Beberapa suplemen makanan mengandung bahan senyawa yang mirip dengan resep pengencer darah. Bawang putih, jahe, Ginko biloba, ginseng dan vitamin E adalah beberapa contoh yang bisa mengencerkan darah dan membuat pendarahan semakin parah.
  8. Tekanan Darah Tinggi. Tekanan darah yang melebihi tingkat normal 120/80 adalah hasil dari tekanan yang diberikan oleh darah di arteri. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan posterior pada hidung. Hidung berdarah dan tekanan darah tinggi adalah kombinasi berbahaya dan sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter THT.
  9. Kekurangan Vitamin. Mimisan bisa merupakan suatu indikasi bahwa Anda kekurangan kalsium, vitamin C, K, A, B atau B9-12.
  10. Sekat yang Menyimpang. Ketika tembok yang memisahkan dua lubang hidung tidak berada ditengah, atau menyimpang, aliran udara di lubang hidung menjadi kasar. Pola aliran udara yang terdistorsi membuat kulit sekat hidung di sisi sempit menjadi kering dan pecah-pecah dan dapat menyebabkan pendarahan.
  11. Tumor. Baik tumor ganas ataupun tumor jinak juga dapat menyebabkan pendarahan, apalagi jika di hidung.
  12. Penyakit Hati. Penyakit hati dapat menghambat pembekuan darah dan mengakibatkan mimisan berulang dan bahkan parah. Kerusakan hati membuat hati tidak dapat untuk memproduksi protein yang cukup untuk membantu pembekuan darah.
  13. Gagal Ginjal. Mimisan adalah salah satu gejala gagal ginjal akut.
  14. Gagal Jantung. Sebelum mengalami gagal jantung, beberapa orang mungkin mengalami pendarahan hidung.
  15. Penggunaan Alkohol. Alkohol dapat menghambat aktivitas normal trombosit dalam darah, memperlambat pembekuan darah. Juga, membuat pembuluh darah superfisial membesar sehingga menjadi rentan terhadap cedera dan berdarah.

Mimisan atau dalam bahasa kedokteran biasa disebut epistaksis adalah satu keadaan pendarahan dari hidung yang keluar melalui lubang hidung. Pendarahan hidung terjadi akibat lepasnya lapisan mukosa hidung yang mengandung banyak pembuluh darah kecil. Secara umum, mimisan terjadi akibat pembuluh darah yang pecah di daerah hidung bagian tengah, namanya pleksus kieselbach. Pembuluh darah ini merupakan anyaman jaringan pembuluh darah yang sangat halus dan tipis.

Mimisan yang kerap terjadi pada anak, biasanya tidak berbahaya selama anak masih terlihat sehat, aktif bergerak dan tidak disertai gejala demam.

Adapun penyebab mimisan antara lain :

Pembuluh darah pecah

Secara umum, mimisan terjadi akibat pembuluh darah yang pecah di daerah hidung bagian tengah, bernama pleksus kieselbach. Pembuluh darah ini merupakan anyaman jaringan pembuluh darah yang sangat halus dan tipis. Pada anak-anak, pembuluh darah ini mudah berdarah terutama kalau ada infeksi di daerah hidung. Akibat infeksi, pembuluh darah yang tipis tersebut akan melebar dan kalau tersenggol sedikit saja akan mudah pecah.

Selaput Lendir dan pembuluh darah tipis

Mimisan pada anak terjadi karena selaput lendir dan pembuluh darah anak masih tipis dan sensitif, sehingga saat ada faktor pencetus seperti udara dingin, panas yang terik atau trauma ringan (mengorek hidung, jatuh, terpukul, benda asing di hidung), darah pun langsung mengucur keluar. Biasanya terjadinya pun umumnya spontan, ringan, dan mudah berhenti.

Infeksi

Mimisan terjadi karena ada infeksi, terutama di daerah hidung, misalnya infeksi sinus yang mengakibatkan pembuluh darah melebar. Untuk meyakinkan, biasanya dilakukan foto sinus. Umumnya, darah akan keluar dari hidung, tetapi terkadang darah tidak keluar dari hidung, melainkan tertelan ke tenggorokan.

Alergi

Tidak sampai di situ saja, mimisan juga bisa terjadi karena alergi, yang biasa terjadi pada anak usia empat tahun. Biasanya disertai pilek kental dan lama, terkadang juga disertai batuk berdahak dan napas berbau. Ada juga mimisan yang berkaitan dengan gender, meski sangat jarang terjadi Gangguan mimisan umumnya berkurang sesuai dengan pertambahan usia. Semakin tambah usia, pembuluh darah dan selaput lendir di hidung sudah semakin kuat, hingga tak mudah berdarah. Meski mayoritas kasus mimisan tidak berbahaya, orangtua hendaknya waspada jika frekuensi mimisan itu cukup sering, sekitar 1-2 hari, karena ada kemungkinan si kecil mengidap penyakit berbahaya, yaitu seperti penyakit seperti ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura), demam berdarah,leukemia, talasemia berat, atau hemofili, bisa juga menunjukkan gejala mimisan. Kadar trombosit yang rendah bisa pula menyebabkan pendarahan di hidung. Anak hemofili bisa saja memiliki kadar trombosit yang normal, tapi faktor pembekuan darah yang rendah sehingga penderita sering mengalami pendarahan.

Pertolongan pertama saat anak mimisan :Duduk sedikit membungkuk ke depan dan bernafas melalui mulut. (bila tidur terlentang, aliran darah ke hidung bertambah deras dan darah dapat tertelan).Tekan bagian depan cuping hidung selam 5 menit dan kompres dingin/es pada tulang hidung.Bila setelah 5 menit masih tetap berdarah, bawalah ke dokter atau unit gawat darurat RS

Cara Mengatasi Mimisan :

Selain menggunakan obat – obatan dari dokter untuk memperkuat selaput lendir dan pembuluh darah di hidung pada anak, ada beberapa cara tradisional untuk mengatasi mimisan, yaitu :

Akupuntur

Akupuntur berperan lebih mencegah terjadinya mimisan pada anak yang sering mimisan. Akupuntur meredakan “api”  dan mendinginkan “panas” yang berlebih sehingga aliran darah di hidung “tenang”, memperkuat kapiler di hidung sehingga tidak terjadi mimisan lagi. Pengobatan akupuntur dilakukan seminggu dua kali sebanyak 6-10 kali. Akupuntur memberi hasil terapi yang sangat baik pada kasus mimisan anak.

Daun sirih

Secara tradisional, orang Indonesia spontan akan menggulung selembar daun sirih (piper betle lynn) dan memasukkannya ke hidung bocah untuk menyumbat darah yang keluar akibat mimisan. Dalam sekejap, aliran darah dari hidung itu pun berhenti. Hal itu terjadi antara lain, karena daun sirih mengandung styptic yang bisa menahan perdarahan. Sedangkan seluruh tumbuhan sirih mengandung arecoline yang bisa merangsang saraf pusat, meningkatkan daya pikir, gerakan peristaltik, dan meredakan dengkuran. Daun sirih mengandung banyak jaringan yang berisi kelenjar minyak aetheris atau minyak terbang. Minyak yang bisa diperoleh dengan cara menyuling ini terutama mengandung senyawa chavicol dan fenol. Karena itu, minyak sirih sangat berguna untuk mengobati batuk dan radang selaput lendir tenggorokan.

Pengobatan herbal

Sarang semut asli papua mengandung  senyawa tanin serta antioksidan yaitu flavonoid dan tokoferol juga memiliki khasiat untuk mengatasi permasalahan sakit yang berhubungan dengan hidung seperti mimisan, bersin-bersin, dan gangguan alergi hidung.

Incoming search terms: