GINJAL

Kalau boleh mengulangi masa lalu, rasanya Tantri ingin kembali ke 10 tahun lalu dan minum banyak-banyak. Keegiatan-kegiatannya di kampus dulu membuatnya banyak melakukan aktifitas di luar dan sering membuatnya lupa minum. Walaupun hanya segelas air putih. Sekarang, dengan penuh penyesalan Ia terpaksa harus menjalani proses cuci darah yang menyakitkan itu seminggu sekali karena ginjalnya sering mogok bekerja. Sungguh sayang, bunga kampus itu kini menderita gagal ginjal.

Apa Itu Gagal Ginjal?

Ginjal adalah sepasang organ tubuh yang berfungsi untuk menyaring urin dan terletak sekitar pinggang kita. Gagal ginjal akut terjadi apabila fungsi ginjal menurun secara mendadak akibat terjadinya peningkatan hasil metabolisme dari tubuh. Akibat gagal ginjal ini, ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai penyaring urin sehingga sisa-sisa racun dan kotoran yang seharusnya dibuang menumpuk dalam darah. Karenanya pada gagal ginjal berat dibutuhkan cuci darah reguler (hemodialisa).

Apa Penyebabnya?

Gagal ginjal dapat terjadi tiba-tiba dan dapat pula terjadi karena adanya proses yang telah lama mengganggu fungsi ginjal baik itu disadari maupun tidak.

Ada berbagai faktor yang bisa menjadi kambing hitam penyebab gagal ginjal. Perdarahan, dehidrasi, keadaan syok, infeksi pada ginjal merupakan penyebab tersering timbulnya gagal ginjal yang akut ( tiba-tiba) sedangkan adanya hambatan  dalam saluran kemih baik itu bawaan  atau disebabkan oleh tumor, batu ginjal atau keracunan jengkol merupakan penyebab dari terjadinya gagal ginjal dalam waktu yang lama ( kronis).

Penyebab terbanyak yang umum dikenal masyarakat adalah gagal ginjal yang disebabkan adanya batu dalam ginjal. Hal ini diawali oleh diet yang salah yang banyak mengandung zat-zat yang dapat menumpuk dan mengkristal didalam ginjal seperti asam urat, jengkol ataupun kalsium ditambah dengan kebiasaan penderita yang malas minum air putih. Keadaan tersebut lambat laun akan menyebabkan terjadinya penumpukan zat didalam ginjal yang lama kelamaan akan terjadi kristal yang sering disebut dengan batu, bila diameter batu tersebut masih dibawah 2 mm dapat keluar sendiri melalui saluran kemih namun bila timbul batu dengan diameter yang besar akan susah untuk mengalir keluar yang kemudian tentu akan menjadi penghambat aliran darah didalam ginjal. Proses ini akan menyebabkan timbul infeksi yang semakin mempercepat kerusakan ginjal.

Gejala Klinis

Pada awalnya mungkin seseorang yang telah ada batu ginjalnya tidak merasakan keluhan apapun dalam jangka waktu yang cukup lama. Apabila diameter  batu masih kecil ( dibawah 2 mm ) maka batu tersebut dapat keluar bersama aliran air kemih sehingga penderita mungkin merasakan air kencing yang agak berpasir atau bahkan mendapatkan butiran-butiran batu yang sangat kecil. Bila diameter batu mulai membesar dan menghalangi aliran air urine penderita mulai merasakan sakit di daerah pinggang kiri dan kanan. Dan pada komplikasi yang lebih lanjut penderita biasanya terlihat pucat, tidak dapat buang air kecil atau keluar air kecil hanya sedikit sekali, bengkak pada kaki atau kelopak mata, dapat ditemukan tekanan darah yang meninggi, muntah-muntah atau bahkan sesak nafas, pada keadaan ini biasanya fungsi ginjal telah mengalami banyak penurunan.

Pengobatan

Pengobatan pada gagal ginjal tergantung pada faktor penyebab terjadinya gagal ginjal tersebut, misalnya gagal ginjal yang disebabkan oleh pendarahan maka harus dilakukan  dahulu upaya penghentian perdarahan yang terjadi atau bila gagal ginjal disebabkan oleh akibat infeksi pada ginjal maka infeksi yang terjadi harus segera diobati. Pada penderita dengan batu ginjal dapat diobati dengan obat yang melarutkan batu atau pengobatan dengan sinar laser yang bertujuan  memecah batu (litotripsi) sehingga dapat keluar bersama urine. Bila pengobatan itu tidak berhasil maka harus dilakukan operasi pengangkatan batu.

Bila fungsi ginjal sudah sangat menurun, dilakukan proses cuci darah secara berkala. Darah dalam tubuh dialirkan keluar  melalui selang dan “dicuci” dalam tabung mesin pencuci darah kemudian dialirkan kembali kedalam tubuh kita. Proses ini harus dilakukan berkala dimana apabila kadar racun dalam darah kembali pekat maka proses pencucian dilakukan kembali.

Allternatif lain adalah dengan transplantasi organ ginjal. Transplantasi ini biasanya berhasil berkat bantuan orang-orang terdekat, misalnya anggota keluarga kandung sebagai donor ginjal yang akan diberikan kepada penderita.

Pencegahan

Gagal ginjal bukanlah penyakit turunan. Jadi, bila ingin menghindari penyakit ini, yang harus dilakukan adalah menjalani pola hidup sehat.