HEPATITIS

 Bisa jadi orang Indonesia lebih praktis disbanding orang Iggris. Lihat saja “hatiku sakit” bisa banyak artinya. “My heart is broken” atau juga   “Something  wrong with my lever”.  Makanya untuk mencegah salah kaprah ini, lebih aman  bila kita menggunakan kata hepatitis untuk melukiskan betapa sakit organ hati kita.

Apa Itu Hepatitis?

Hepatitis adalah penyakit infeksi oleh virus yang menyerang organ hati dan bersifat akut (tiba-tiba). Paling sedikit ada 6 jenis virus penyebab hepatitis dan masing-masing menyebabkan tipe hepatitis yang berbeda yaitu virus hepatitis A, B, C,D,E dan G. Yang umum menyerang anak-anak adalah hepatitis jenis A, B, dan C.

Gejala Klinis Umum

Pada bayi dan anak kecil, umumnya tidak terdapat gejala yang jelas namun pada orang dewasa terdapat keluhan awal seperti tidak nafsu makan, mual, muntah, sakit kepala, lemah badan, nyeri sendi dan otot, dan memungkinkan nyeri perut kanan atas karena pembesaran hati. Gejala ini dapat terjadi pada 1-2 minggu pertama sebelum akhirnya muncu gejala hepatitis yang khas yaitu perubahan warna urin (menjadi berwarna gelap seperti air teh) dan feses seperti  warna darah atau dempul. Selain itu warna  pada mata dan kulit menjadi kekuningan menyolok  dan disertai rasa gatal pada kulit.

HEPATITIS A

Apa Penyebabnya?

Hepatitis A disebabkan oleh virus hepatitis A yang menular dengan kontak langsung misalnya dari tangan yang kotor dan dikeluarkan melalui tinja sehingga bila berkontaminasi  pada makanan dan meyebar ke orang lain.

Faktor Resiko

Kejadian terbanyak menyerang usia 5-14 tahun yang banyak terjadi di perkotaan dan menyerang sekelompok orang misalnya sekeluarga. Penyakit ini merupakan endemis di Negara-negara dengan hygiene dan sanitasi yang di bawah standar. Kelompok yang tergolong resiko tinggi meliputi anak, tenaga medis, staf pekerja tempat penitipan anak, pekerja jasa boga , homoseksual

Dan penderita yang harus menggunakan obat yang disuntikkan ke pembuluh darah, sedangkan mereka yang tergolong kelompok rentan adalah kelompok sosial ekonomi yang tinggi.

Gejala Klinis

Sama dengan gejala hepatitis pada umumnya yang disertai panas badan kurang lebih 39 derajat celcius. Penyakit ini biasanya sembuh sendiri, warna kuning/ikterik akan menghilang dan warna tinja akan normal dalam 4 minggu sejak muncul gejala klinis.

Pengobatan

Penderita harus dirawat apabila ada dehidrasi berat dengan kesulitan memasukkan makanan melalui mulut. Tidak ada terapi obat-obatan yang khusus karena penyakit ini dapat sembuh sendiri. Diet disesuaikan dengan kebutuhan dan dihindarkan makanan yang sudah berjamur, yang mengandung zat pengawet yang merusak hati atau zat kimia lainnya yang bersifat toksik terhadap hati.

Pencegahan

Pencegahan umum meliputi nasehat kepada penderita untuk:

·        Memeperbaiki hygiene/kebersihan makanan/minuman, pribadi dan lingkungan.

·        Mengistirahatkan total penderita sampai dengan 2 minggu setelah timbul gejala.

Sedangkan untuk pencegahan khususnya yaitu dengan pemberian imunisasi vaksin hepatitis A terutama untuk mereka yang tergolong beresiko tinggi dan mereka yang tergolong resiko rentan. Pada anak idealnya diberikan imunisasi pada usia 2 tahun, namun harga vaksin ini masih lumayan mahal dan sebelumnya harus dilakukan dahulu tes darah untuk mengetahui kadar antibodi yang ada.

HEPATITIS B

Apa Penyebabnya

Hepatitis ini disebabkan oleh virus hepatitis B yang banyak ditularkan melalui jarum suntik atau dari seorang ibu kepada bayinya yang dilahirkannya. Virus hepatitis B dapat ditemukan pada hampir semua cairan tubuh seperti air ludah, air mata, cairan semen, cairan otak bahkan Air Susu Ibu.

Faktor Resiko

Mereka yang mempunyai resiko besar untuk terkena adalah mereka yang kontak antarindividu dengan penderita yang sangat erat dan lama, berhubungan seksual dengan penderita atau penggunaan jarum suntik bersama seperti pada penyalahgunaan obat dan narkoba.

Gejala Klinis

Gejala yang timbul sama dengan gejala hepatitis pada umumnya.

Pengobatan

Prinsipnya adalah suportif dan pemantauan gejala penyakit, penderita dianjurkan untuk istirahat total untuk mempercepat proses penyembuhan pada sel-sel hati.

Pencegahan

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

·        Uji tapis pada semua darah yang didonorkan

·        Sterilisasi alat medis yang dipakai di rumah sakit

·        Tenaga medis harus selalu menggunakan sarung tangan

·        Mencegah kontak dari luka kecil seperti  yang dapat terjadi melalui pemakaian sikat gigi dan sisir atau gigitan dari penderita

·        Lakukan tes pada ibu hamil terutama pada ibu yang beresiko untuk terinfeksi

·        Berikan imunisasi hepatitis B pada bayi dan balita sesuai jadwal imunisasi

HEPATITIS C

Apa Penyebabnya?

Hepatitis ini disebabkan oleh virus hepatitis C yang ditularkan melalui transplantasi organ atau hubungan seksual, atau kontak erat dengan penderita.

Faktor Resiko

Orang yang beresiko untuk terkena terutama bayi yang dikandung oleh ibu yang menderita hepatitis C atau mereka yang mendapatkan transfuse darah atau trasplantasi organ yang terkontaminasi.

Gejala Klinis

Sama dengan gejala hepatitis pada umumnya namun pada hepatitis C kemungkinan menjadi hepatitis kronis lebih besar sehingga tidak jarang berpuluh tahun kemudian penderita dapat menjadi penderita sirois (pengerasan sel hati) atau kanker hati.

Pengobatan

Titik berat pada pengobatan hepatitis C adalah mencegahnya menjadi kronis sehingga seringkali diberikan obat antivirus.

Pencegahan

Vaksin untuk mencegah infeksi hepatitis C belum tersedia sehingga pencegahan dilakukan dengan mencegah terhadap paparan seperti penyaringan terhadap darah dan donor organ.

 

 

Incoming search terms: