MIGRAIN

Apa Itu Migrain?

Migrain adalah nyeri kepala berulang, berlangsung 4 – 72 jam, biasanya hanya sebelah dan sifatanya berdenyut yang diperhebat dengan aktivitas fisik rutin. Migrain dapat juga terjadi pada anak dengan lokasi nyeri lebih sering di kepala bagian depan.

Apa Penyebabnya?

Berbagai faktor dapat memacu serangan migrain pada orang yang berbakat, antara lain :

·        Hormonal. Fluktuasi hormonal merupakan faktor pemicu pada 60% wanita. 14% wanita saat akan haid, dan akan berkurang selama kehamilan. Pemakaian pil KB juga akan meningkatkan serangan migrain.

·        Menopause. Umumnya serangan migrain akan meningkat frekuensi dan berat ringannya pada saat menjelang  menopause.

·        Makanan. Berbagai makanan /zat dapat memacu timbulnya serangan migrain seperti alkohol, keju, anggur merah,yoghurt, coklat, telur, kacang bawang, pizza, alpukat, pemanis buatan, jeruk, pisang,daging babi, teh, kopi, dan coca cola yang berlebihan.

·        Monosodium glutamate (MSG). Suatu bahan pengawet makanan.

·        Obat-obatan

·        Kafein yang berlebihan ( 350 mg/hari ) atau penghentian mendadak  minum kafein.

·        Lingkungan. Perubahan lingkungan dalam tubuh maupun  eksternal seperti cuaca, musim, tekanan udara, ketinggian dari permukaan laut atau terlambat makan.

·        Rangsang sensoris seperti cahaya yang berkedip-kedip. Cahaya silau, cahaya matahari yang terang, bau parfum zat kimia pembersih, rokok, suara bising dan suhu yang ekstrim.

·        Stres fisik dan mental dapat memperberat serangan migrain.

·        Faktor pemicu lain seperti aktifitas seks, trauma kepala, kurang atau kelebihan tidur.

Faktor Resiko

Hampir 70% memiliki riwayat migrain dalam keluarga. Sebagian besar menyerang wanita. Serangan migrain biasanya dimulai saat remaja dan usia dewasa muda, kemudian cenderung berkurang pada usia 50-60 tahun. Biasanya pada penderita terdapat beberapa faktor pemicu. Umumnya pasien memiliki kepribadian yang perfeksionis, kaku dan impulsif.

Gejala Klinis

Nyeri kepala yang berdenyut yang terasa pada satu sisi kepala atau dapat juga pada kedua sisi kepala atau berganti-ganti. Serangan migrain umumnya  2-8 kali perbulan lamanya serangan 4-24 jam atau bisa lebih lama, dengan intensitas nyeri sedang sampai berat. Dapat pula disertai gejala lain seperti mual, muntah, silau, wajah pucat, telinga berdengung. Migrain dapat terjadi disertai aura ( tanda yang timbul sesaat sebelum serangan ) yaitu berupa kilatan cahaya, kesemutan, atau halusinasi suara atau pandangan. Sedangkan pada migrain yang tidak disertai aura penderita sering merasakan rasa kehabisan tenaga, rasa lelah, sangat lapar dan rasa gugup atau gelisah.

Pengobatan

Saat terjadi serangan migrain  biasanya dokter akan memberikan obat yang dapat mengurangi intensitas nyeri, sedangkan bila serangan yang terjadi sangat sering berulang atau parah maka harus diberikan obat yang dapat mencegah serangan.

Yang dapat Anda lakukan :

·        Usahakan tidur dalam kamar yang gelap dan tenang.

·        Kompres dingin pada dahi (membantu menyempitkan pembuluh darah).

·        Minum obat pereda rasa sakit sederhana.

·        Periksa dokter bila cara di atas tidak menolong.

Tindakan dokter untuk Anda :

·        Memberikan resep anti muntah, anti sakit yang kuat.

·        Memberi resep obat migrain.

Pencegahan

·        Kenali faktor yang menjadi pemicu dan harus berusaha untuk menghindarinya.

·        Relaksasi dan latihan nafas dapat membantu mengurangi derangan

·        Bila ras cemas dan depresi sering memicu timbulnya serangan maka harus juga diobati.

·        Usahakan tidur cukup dan teratur.

·        Rajin berolahraga agar metabolism tubuh membaik, tetapi usahakan di pagi hari

·        Kurangi jumlah teh dan kopi (secara bertahap).

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.