PENCEGAHAN TERHADAP HIPERTENSI/DARAH TINGGI

Perubahan pola makan dan gaya hidup dewasa ini mengakibatkan seseorang lepas control terhadap keadaan dan keseimbangan tubuh dan akhirnya resiko terkait komplikasi kesehatan pun terjadi.Meskipun demikian, obat seringkali diperlukan pada sebagian orang bila perubahan gaya hidup saja terbukti tidak efektif atau tidak cukup.yang sering kita jumpai adalah darah tinggi, Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah penyakit kronis yang paling banyak dijumpai. Seseorang dianggap mengidap hipertensi bila secara berulang hasil pemeriksaan tekanan darahnya melebihi 140/90 mm Hg. Ada dua jenis hipertensi:
1.    Hipertensi primer/esensial di mana tidak ada hal spesifik yang menjadi penyebabnya. Sekitar 90-95% hipertensi adalah jenis ini.
2.    Hipertensi sekunder, yaitu hipertensi yang disebabkan oleh kelainan atau penyakit lain, misalnya karena stress, sakit ginjal, preeklamsia, atau apnea (sesak napas saat tidur).
Berbagai studi menunjukkan bahwa hipertensi meningkatkan risiko kematian dan penyakit. Bila tidak dilakukan penanganan, sekitar 70% pasien hipertensi kronis akan meninggal karena jantung koroner atau gagal jantung, 15% terkena kerusakan jaringan otak, dan 10% mengalami gagal ginjal. Untungnya, peningkatan kesadaran dan kontrol atas hipertensi telah berhasil menekan risikonya hingga 50%.
Tanda atau gejala hipertensi
Biasanya darah mengalir melalui arteri karena gradien tekanan – jantung memompa darah ke dalam arteri dan pada saat kontraksi yang paling kuat, tekanan dalam arteri sekitar 120 mm Hg – tekanan darah diukur dalam milimeter air raksa (mm Hg ) dan 120 mm Hg adalah tekanan yang dibutuhkan untuk mendorong kolom air raksa sampai 120 milimeter dalam mesin pengukur tekanan darah.
Saat jantung rileks, tekanan dalam arteri turun ke rendah sekitar 80 mm Hg, sebelum jantung berkontraksi lagi dan memaksanya kembali ke 120 dan tekanan darah diukur sebagai satu set dari dua bacaan; sistolik (biasanya sekitar 120 mm Hg) dan diastolik (biasanya sekitar 80 mm Hg).
Tekanan darah dapat berfluktuasi – selama periode aktivitas fisik pompa jantung lebih keras dan lebih cepat dan tekanan darah sistolik bisa pergi jauh lebih tinggi dari normal – untuk 180 mm Hg untuk contoh dan juga dapat lebih tinggi selama masa stres – itu juga biasanya meningkat dengan usia .
Karena penyebabnya tidak jelas ini sering disebut primer atau ‘esensial’ hipertensi. … Tetapi dalam relatif kecil – sekitar 5% dari kasus – hipertensi adalah oleh-produk, proses penyakit lain seperti ginjal atau penyakit hormonal seperti sindrom Cushing atau Lupus. Penyakit hormonal Langka dapat menyebabkan pelepasan sejumlah abnormal hormon adrenalin dan noradrenalin, membuat jantung memompa lebih keras dan menyebabkan pembuluh darah berkontraksi.
Namun pada beberapa orang, tekanan darah tetap abnormal tinggi, bahkan saat istirahat dan pada 95% kasus penyebab pasti tidak diketahui – arteri kecil di dalam tubuh menjadi sempit dan jantung harus memompa lebih keras untuk memaksa darah melalui saluran arteri menyempit, yang mendorong sampai tekanan darah.

Hipertensi primer biasanya tidak menimbulkan gejala sampai setelah menahun. Penemuan hipertensi biasanya terjadi pada saat pemeriksaan rutin atau kunjungan ke dokter. Beberapa gejala hipertensi primer yang mungkin dirasakan:
1.    Sakit kepala, biasanya di pagi hari sewaktu bangun tidur
2.    Bingung
3.    Bising (bunyi “nging”) di telinga
4.    Jantung berdebar-debar
5.    Penglihatan kabur
6.    Mimisan
7.    Hematuria (darah dalam urin)
8.    Tidak ada perbedaan tekanan darah walaupun berubah posisi
Hipertensi sekunder menunjukkan gejala yang sama, dengan sedikit perbedaan yaitu tekanan darah biasanya turun bila pengukuran dilakukan pada posisi berdiri.
Pencegahan hipertensi dapat Anda lakukan dengan melakukan beberapa hal berikut.
1.    Mengonsumsi makanan yang kaya akan serat (Sayur dan buah).
2.    Mengurangi konsumsi garam, alkohol, dan makanan yang berlemak tinggi.
3.    Mengurangi berat badan, istirahat yang cukup, dan olahraga yang teratur.
4.    Lakukan pengecekan tekanan darah secara rutin.
Beberapa orang yang memiliki sistem metabolisme tubuh yang buruk, biasanya tidak akan mengalami perubahan yang signifikan bahkan setelah menjalankan hal-hal di atas.

Apabila beberapa cara di atas sudah tidak mempan, penting bagi Anda untuk mengonsumsi obat baik obat yang diresepkan dokter ataupun alternatif herbal untuk tekanan darah tinggi.
Obat herbal untuk darang tinggi yang sudah terkenal yaitu sari buah merah asal papua, Adapun penelitian tentang khasiat buah merah pertama kali dilakukan oleh Dosen Universitas Cendrawasih yaitu Drs. I Made Budi M.S, Sebagai ahli gizi dan dosen Universitas Cendrawasih sempat mengamati secara seksama kebiasaan masyarakat tradisional di Wamena, Timika dan desa-desa dikawasan pegunungan Jayawijaya yang mengkonsumsi buah merah sebagai obat cacing, penyakit kebutaan, dan penyakit kulit. Selain itu pengamatan atas masyarakat lokal berbadan lebih kekar dan berstamina lebih tinggi, pada hal kehidupan sehari-hari secara asli tradisional yang serba terbatas dan terbuka dalam berbusana dalam kondisi alam yang keras serta cuaca cukup dingin di ketinggian pegunungan Jayawijaya. Keistimewaan fisik penduduk lain yakni jarang terkena penyakit degeneratif seperti : hipertensi, diabetes, penyakit jantung dan kanker.

Incoming search terms: