PENGOBATAN KANKER OVARIUM

Kanker ovarium terjadi ketika sel-sel tidak normal tumbuh secara tidak terkontrol dalam ovarium. Jenis kanker ini ada dua, bersifat kanker dan tidak. Bedanya, tipe yang tidak bersifat kanker tidak akan menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Sementara itu, gejala awal kanker ovarium memang tidak diketahui secara pasti. Namun ada beberapa gejala umum dari sebuah kanker yang sebaiknya Anda waspadai.

1.Nyeri pada abdomen, panggul, atau kaki.

2.Abdomen membengkak.

3.Mual, diare, dan sembelit.

4.Lelah berlebihan.

5.Sulit makan.

6.Penurunan atau peningkatan berat badan secara drastis.

7.Lesu.

8.Sakit ketika bercinta.

9.Terlalu sering buang air kencing.

Meskipun demikian, beberapa gejala yang disebutkan di atas juga bisa jadi tanda dari penyakit lain bukan kanker. Tetapi Anda tetap perlu memahami dan mengatasinya dengan segera.

Pencegahan

Obat untuk menyembuhkan penyakit kanker sepenuhnya memang belum ditemukan. Maka dari itu sebaiknya Anda berusaha mencegahnya sebelum semuanya terlambat.

Cara pertama adalah mengonsumsi pil KB selama lebih dari lima tahun untuk mengurangi risiko kanker ovarium. Namun Anda harus berkonsultasi kepada dokter kandungan mengenai masalah ini.

Hamil dan menyusui adalah salah satu cara menurunkan risiko kanker ovarium. Jadi jangan ragu menikah muda dan memiliki anak sebelum usia 28 tahun agar risiko kanker ovarium semakin menurun.

Operasi adalah cara terakhir mencegah kanker ovarium. Misalnya dengan menjalankan prosedur oophorectomy atau pengangkatan indung telur agar tidak terserang kanker ovarium.

 

Mengatasi Kista Ovarium Dengan Ramuan Tumbuhan Obat

Ovarium adalah salah satu organ reproduksi pada wanita yang berfungsi menghasilkan ovum ( sel telur ). Tempat pematangan sel telur juga terjadi di bagian ovarium. Ovarium mensekresikan hormon – hormon penting seperti estrogen dan progesteron yang berperan dalam pengaturan siklus menstruasi. Wanita mempunyai sepasang ovarium berupa kelenjar berbentuk biji buah kenari yang terletak di kanan dan kiri uterus (rahim), di bawah tuba uterina dan terikat di sebelah belakang oleh ligamentum latum uteri. Sepasang ovarium tersebut menghasilkan 300.000 sel telur. Sel telur yang dikelilingi oleh lapisan sel epiteloid granulosa disebut folikel. Dari hasil penelitian diketahui ada dua hormon yang penting untuk fungsi penuh ovarium yaitu FSH ( Follicle-Stimulating Hormone) dan LH ( Luteinizing Hormone).

Suatu tumor jinak dapat mengenai indung telur, berupa kantong yang berisi cairan berwarna coklat yang biasa disebut dengan kista indung telur. Kista indung telur biasanya tidak bersifat kanker. Bila kista tersebut masih kecil, biasanya tidak menimbulkan gejala apa-apa. Namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meyakinkan bahwa hal itu bukan kanker. Kista yang besar atau kista yang berjumlah banyak dapat menyebabkan perut wanita membuncit. Selain itu, hal itu juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada panggul, sakit pinggang dan rasa sakit saat berhubungan seksual.

Secara umum kista indung telur disebabkan oleh gangguan pembentukan hormon pada hipotalamus, hipofise dan indung telur itu sendiri. Kista indung telur dapat terbentuk kapan saja, antara masa pubertas sampai menopause, bahkan selama masa kehamilan.

Beberapa tipe umum kista indung telur adalah:

Kista folikel

Kista folikel timbul akibat dari folikel yang tidak berfungsi selama siklus menstruasi. Kista folikel berbentuk kecil sehingga biasanya tidak menimbulkan gejala apa-apa, kecuali jika pecah atau terpelintir, dapat menimbulkan gejala terasa kaku dan sakit hebat di daerah perut bagian bawah seperti serangan appendicitis (radang usus buntu) .

Kista lutein

Beberapa kista lutein sering terjadi saat kehamilan. Ada beberapa tipe kista lutein, diantaranya adalah:

1.Kista granulosa lutein

Kista granulosa lutein terjadi dalam korpus luteum indung telur yang fungsional. Kista ini bisa membesar, akibat dari penimbunan darah yang berlebihan saat fase perdarahan dari siklus menstruasi dan bukan akibat dari tumor. Kista ini timbul pada permulaan kehamilan dan diameternya bisa mencapai 5-6 cm yang menyebabkan rasa tidak enak di daerah panggul. Apabila pecah, terjadi pendarahan pada satu sisi rongga perut.

Pada wanita yang tidak hamil, kista ini akan membuat menstruasi terlambat yang diikuti dengan perdarahan yang tidak teratur.

2.Kista theca lutein

Kista theca lutein berisi cairan bening dan berwarna seperti jerami. Timbulnya kista theca lutein berkaitan dengan tumor indung telur dan terapi hormon.

Kista polisistik indung telur

Kista ini menyebabkan menurunnya siklus menstruasi dan terjadi ketidaksuburan (infertilitas, yaitu ketidakmampuan memiliki anak setelah hubungan seksual dengan teratur walaupun tidak menggunakan alat kontrasepsi dalam jangka waktu paling tidak selama satu tahun). Penyakit polisistik indung telur juga merupakan penyebab utama dari abnormalitas endokrin.

Pemeriksaan kista indung telur dilakukan berdasarkan gejala dan tanda-tandanya. Pemeriksaan fisik dan beberapa jenis pemeriksaan laboratorium dapat membantu diagnosis dari beberapa tipe kista. Untuk mengkonfirmasi tipe kista indung telur, dokter akan melihat indung telur melalui ultrasound, laparoskopi atau melaui operasi.

Pengobatan

Kanker ovarium bisa diobati jika mampu terdeteksi secara dini. Diagnosis yang tepat adalah ketika kanker belum menyebar ke seluruh tubuh.

Berbagai jenis tumor dan kanker merupakan salah satu jenis penyakit kronis dan diketahui tumor dan kanker merupakan jenis penyakit mematikan yang merenggut nyawa manusia. Banyak jenis kanker yang diketahui yang dapat disembuhkan dengan sarang semut seperti kanker otak, kanker hidung, kanker payudara, kanker liver (hati), kanker paru-paru, kanker usus, kanker rahim, kanker kulit, kanker prostat, serta kanker darah (leukimia), kecuali kanker tenggorokan dan rongga mulut.

Secara empiris (pengalaman nyata) sarang semut memiliki kemampuan untuk pengobatan berbagai jenis kanker atau tumor. Hal ini dikuatkan oleh adanya kandungan flavonoid yang memiliki efektivitas dalam melawan sel kanker maupun sel tumor, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, dan pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.

 

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.