PENYEBAB, GEJALA DAN PENCEGAHAN KANKER KULIT

Kanker kulit adalah pertumbuhan sel-sel pada kulit pada taraf abnormal. Kanker kulit penyebabnya berbeda-beda dan tingkat keganasan kanker pun berbeda-beda. Kanker kulit paling umum terjadi pada lapisan sel skuamosa, basal dan melanosit. Kanker kulit biasanya tumbuh di epidermis (lapisan paling luar kulit), sehingga tumor (benjolan) dapat terlihat dari luar, sehingga kanker kulit merupakan jenis kanker yang paling mudah ditemukan gejalanya pada stadium awal. Kanker kulit juga merupakan kanker yang paling sedikit resiko kematiannya pada penderita, ini disebabkan karena kulit jarang dapat mencapai organ-organ vital seperti jantung, paru-paru, ginjal dan batang otak pada manusia.
Penyebab Kanker Kulit

Sebagian besar kerusakan Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) yang memicu kanker kulit merupakan dampak radiasi ultraviolet (UV), baik dari matahari maupun alat-alat untuk membuat kulit tampak coklat. Namun berbagai sebab lain yang belum diketahui juga bisa membuat sistem kekebalan tubuh menurun sehingga rentan terkena kanker kulit.
Gejala Kanker Kulit

Gejala kanker kulit mudah dideteksi, tetap saja banyak penderita kanker kulit yang terlambat dalam pengobatannya. Hal ini dikarenakan kebanyakan orang menganggap sama semua noda atau tahi lalat. Padahal ada beberapa kriteria noda hitam atau tahi lalat yang patut dicurigai sebagai kanker kulit.

Gejala dari kanker kulit yang harus diwaspadai adalah kulit memerah bila terkena sinar matahari, terdapat benjolan seperti jerawat yang menimbulkan gatal, borok yang tidak kunjung sembuh, dan kulit terasa seperti terbakar. Gejala kanker kulit sangat mudah untuk dideteksi.

Orang yang bekerja di bawah sinar matahari langsung, memiliki resiko kanker kulit lebih tinggi dibanding mereka yang lebih sedikit terpapar sinar matahari. Penelitian tentang kanker kulit telah menunjukkan bahwa merokok tembakau dan produk-produk terkait dapat dua kali lipat risiko kanker kulit.
Pencegahan kanker kulit

Beberapa langkah praktis bisa mencegah seseorang dari serangan kanker kulit, pencegahan dapat dilakukan dengan mengindari paparan sinar matahari secara langsung yang berlebihan (gunakan tabir surya, topi, payung), mengindari bahan kimia yang bersifat karsinogen pada kulit, dan hindari radiasi ionisasi seperti sinar X yang berlebihan.

Satu lagi penelitian menunjukkan bahwa kopi adalah tanaman yang memiliki manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru di Amerika Serikat mengindikasikan, meminum kopi atau bahkan mengoleskan serbuk kopi di atas kulit mungkin dapat menjadi cara supaya terlindung dari risiko terkena kanker.

Penelitian yang dilakukan Dr Allan Conney dari Rutgers University di New Jersey AS, menunjukkan, kafein dalam kopi dapat membantu mencegah timbulnya kanker kulit non-melanoma dengan cara membantu membunuh sel-sel yang rusak yang berpeluang menjadi tumor.

Kesimpulan itu diambil setelah melakukan percobaan menggunakan tikus di laboratorium. Hewan pengerat ini direkayasa secara genetik sehingga tubuhnya kekurangan produksi sejenis enzim bernama ATR. Para peneliti mampu membuktikan, tikus tersebut dapat terhindar dari kanker bahkan ketika terpapar sinar ultraviolet.

Sejumlah penelitian sebelumnya telah mengindikasikan bahwa minum secangkir kopi mengandung kafein setiap hari memiliki efek menekan enzim ATR dan memicu kematian sel-sel yang rusak oleh paparan sinar UV.

Conney dan timnya mampu mengkonfirmasi hipotesis mereka bahwa kopi yang mengandung kafein – baik  diminum atau  dioleskan pada kulit – mampu bekerja menghambat ATR. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat bagaimana teori yang sama mungkin dapat juga berlaku pada manusia.

“Kami ingin melihat apakah kafein memiliki efek pada manusia bila diberikan secara berkala,” kata Conney, yang mempublikasi risetnya dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

“Kafein mungkin menjadi senjata dalam pencegahan karena mampu menghambat ATR dan juga bertindak sebagai tabir surya serta langsung menyerap sinar UV yang merusak,” tambahnya

Kanker kulit jenis non-melanoma, termasuk jenis sel basal dan sel skuamosa, adalah jenis kanker kulit yang paling sering ditemukan. Kanker ini sebagian besar dapat disembuhkan jika terdeteksi di tahap awal.

Penelitian sebelumnya menunjukkan peminum kopi cenderung memiliki resiko lebih rendah menderita kanker payudara, rahim, prostat dan usus besar, namun efek yang bermanfaat tidak terlihat pada orang yang minum kopi tanpa kafein.

Cara pengobatan yang tepat tidak hanya berlandaskan jenis histology dari kanker kulit saja, juga berdasarkan posisi anatomi, umur pasien, jenis kelamin, kondisi kesehatan umum. Dari posisi anatomi yang harus diperhatikan adalah bagian yang mudah kambuh setelah operasi, ada bagian yang bisa mencapai hasil yang diharapkan dari rencana pengobatan, misalnya daerah sekitar mata, daerah sekitar hidung, daerah sekitar telinga adalah daerah-daerah yang tingkat kekambuhannya tinggi, oleh karena itu harus memilih cara pengobatan yang memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. Sebelum dilakukan operasi pengangkatan harus mempertimbangkan penampilan kecantikan pada daerah pengangkatan, fungsi kulit pasca pengangkatan.

Harus turut dipertimbangkan kondisi kesehatan dari pasien kanker kulit, apabila ada gangguan koagulasi (pembekuan darah) atau anti-koagulan disaat terapi, harus memilih cara pengobatan yang tidak menimbulkan pendarahan, terapi pisau Ar-He cryosurgery, terapi radiopartikel, immunoterapi, kesemuanya ini dapat digunakan. Pasien lansia dan rapuh juga pasien kanker kulit wanita, setelah menjalani radioterapi jangka panjang, ada kalanya tidak bisa tahan, bisa memilih pengobatan kolaborasi medis China dan barat dengan terapi target.

1. Terapi pisau Ar-He

Pisau Ar-He sebenarnya merupakan gabungan teknik ultra beku dan panas dalam pengobatan tumor. Disaat gas Argon dilepas secara cepat dari ujung jarum, dapat membekukan jaringan lesi tumor dalam hitungan detik sampai pada suhu -120℃ ~ -165℃ sehingga membentuk bola es, jaringan tumor di dalam bola es “kelaparan-kedinginan”, berada dalam keadaan “kelaparan” karena kekurangan darah (iskemia) dan kekurangan oksigen (hipoksia). Juga karena berada dalam suhu super rendah -165℃, menyebabkan jaringan tumor koagulasi nekrosis. Disaat gas Helium dilepas secara cepat dari ujung jarum, menaikkan suhu sampai 20℃~40℃ derajat celcius, dengan cepat mencairkan dan memecah bola es yang keras, sehingga mencapai hasil penghancuran jaringan tumor, dapat menghindari perusakan jaringan normal.

2. Terapi penanaman radiopartikel

Basal cell carcinoma dan squamous cell carcinoma sangat peka terhadap radioterapi, sebelum menentukan radioterapi, harus mempertimbangkan umur pasien, jenis kelamin, sejarah tumor, posisi anatomi, tingkat keberhasilan dan kekambuhan, terakhir yaitu hasil pengobatan yang didapatkan. Partikel I 125 adalah salah satu jenis energi radionuklida, dapat memancarkan sinarγsecara terus-menerus dalam jarak dekat untuk membunuh sel tumor, menimbulkan efek penyinaran radiasi dari dalam tumor, untuk mencapai hasil terapi yang sama dengan operasi pengangkatan.

3. Sel somatik immunoterapi

Sel somatic immunoterapi adalah memasukkan sel-sel immune yang memiliki keaktifan dalam melawan tumor ke dalam tubuh pasien kanker kulit, secara langsung membunuh tumor atau merangsang reaksi anti tumor dalam sistem kekebalan tubuh. Sel somatik immunoterapi benar benar merupakan terapi hijau, terapi ini dapat membersihkan secara tuntas sel-sel kanker yang tersisa atau dormansi sel (dimasa tidur) dalam darah, kelenjar getah bening, juga memiliki keunggulan yang tidak dapat tergantikan dalam membunuh sel tumor, mencegah kekambuhan dan metastase, dapat dengan baik mengisi kekurangan dari operasi, radioterapi, kemoterapi, membawakan harapan dalam pengobatan kanker kulit

4. Pengobatan kolaborasi medis China dan barat dengan terapi target.

Dengan keunggulan dari kolaborasi medis China dan barat, bersama-sama melawan kanker, saling melengkapi dengan keunggulan masing-masing, hasil pengobatan melebihi cara pengobatan tunggal manapun. Dari teknik minimal invasif target yang setabil, akurat, galak dapat memberantas dan membunuh tumor, mengurangi secara maksimal luka tubuh pasien kanker yang dikarenakan pengobatan. Secara bersamaan, dengan kolaborasi medis China dan barat dengan secara keseluruhan mengatur keseimbangan dan membantu tubuh melawan kanker, meningkatkan kekebalan tubuh, menguatkan kualitas kesehatan tubuh.

Pengobatan kanker dapat mengunakan sarang semut asli papua karena kandungan di dalam sarang semut sendiri antara lain flavonoida, glikosida, polifenol, antioksidan, vitamin, mineral,dan asamfrominat  Dengan ijin Allah Berkhasiat menyembuhkan penyakit kanker tak terkecuali kanker kulit

 

Incoming search terms: