Home » artikel » PENYEMBUHAN KESEMUTAN

PENYEMBUHAN KESEMUTAN

January 4th, 2013 artikel

Sering kali kita setelah perjalanan jauh / kaki tidak bergerak, tertindih dan lain sebagaainya sering kali kita mengalami kesemutan, banyak orang yg menganggap enteng gejala kesemutan ini. Mungkin karena gejalanya yg kadang datang, lebih banyak tidak. Mudah datang, mudah pula hilang.

Tetapi kesemutan patut diwaspadai jika kesemutan itu terjadi di satu bagian tubuh. Kemudian menjalar ke bagian tubuh lain di sekitarnya, dan kemudian memperburuk fungsi-fungsi tubuh lainnya, bisa jadi itu adalah manifestasi tumor di bagian depan otak. Sebuah amat serius dengan gejala awal sepele Pada dasarnya kesemutan merupakan suatu gejala manifestasi dari gangguan sistem saraf sensorik akibat rangsang listrik di sistem itu tidak

tersalur secara penuh dengan sebab macam-macam. Yang paling sederhana, misalnya, jalan kram  / kesemutan sering kali dianggap biasa. Padahal, bisa jadi ini merupakan gejala neuropati / ada saraf yg rusak.

Kesemutan yg dialami karena gangguan saraf ini termasuk salah satu gejala dari neuropati yaitu istilah utk kerusakan saraf yg bisa disebabkan oleh, trauma pada saraf, / bisa juga akibat efek samping dari suatu sistemik.

“Kesemutan sebenarnya bisa menjadi tanda awal adanya gangguan saraf terutama yg terjadi secara spontan, tapi utk mengetahui gangguan saraf yg mana maka harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu,” ujar dr Luthy.

Mungkin banyak yg menganggap kram, kesemutan, / mati rasa di tangan / kaki saat duduk terlalu lama sebagai hal biasa. Mulai saat ini, anggapan tersebut sudah harus disingkirkan. Gejala-gejala tersebut, terutama yg tanpa sebab, merupakan pertanda adanya kerusakan saraf yg disebut neuropati.

Kesemutan adalah gejala yg bisa dialami oleh siapa saja, kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Tapi bagaimana membedakan kesemutan biasa dan kesemutan akibat gangguan saraf?

“Kalau kesemutan terjadi akibat duduk sila terlalu lama / lengan tertekuk itu disebabkan oleh saraf yg mengalami penjepitan sementara dan biasanya akan hilang jika seseorang mengubah posisinya,” ujar dr Manfaluthy Hakin, SpS(K), MS dalam acara Kenali Neuropati dan Perhatikan Gejalanya di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (29/5/2012).

dr Luthy menuturkan kesemutan yg dialami itu bukan disebabkan oleh gangguan / kerusakan saraf tapi hanya terjadi gangguan aliran darah. Biasanya jika seseorang mengalami kesemutan maka ia akan mengikat jempol kakinya dengan menggunakan karet.

“Sebenarnya tidak ada hubungannya, tapi biasanya orang akan mengubah posisi duduknya ketika akan mengikat dengan karet, dan kesemutan ini akan hilang jika seseorang mengubah posisinya,” ungkapnya.

Sementara itu jika kesemutan yg terjadi diakibatkan oleh gangguan hantaran saraf maka biasanya akan muncul secara spontan tanpa ada pemicu dan tidak hilang meski sudah mengubah posisi.

Kebanyakan orang pernah mengalami kesemutan kala duduk bersila terlalu lama / tertidur dengan tangan tertindih kepala. Kondisi ini juga terjadi saat tekanan itu berlanjut tepat pada saraf. Namun, kesemutan akan hilang bila tekanan sudah tidak ada lagi.

Kesemutan juga bisa menjadi indikasi dari banyak, seperti diabetes melitus, hipertensi, saraf terjepit, gangguan aliran darah pada pembuluh darah tepi, maupun gangguan darah. Ada kalanya pada mereka yg belum diketahui mengidap diabetes, kesemutan dapat menjadi gejala awal diketahuinya diabetes.

Paresthesia / kesemutan kronis sering merupakan simtom dari neurologis / trauma kerusakan saraf. Penyebabnya adalah gangguan yg memengaruhi sistem saraf pusat seperti stroke dan stroke mini, multiple sklerosis, mielitis transversa, dan ensefalitis.

Tumor maupun lesi vaskular yg menekan otak / sumsum tulang juga bisa menimbulkan paresthesia. Sindrom saraf seperti sindrom saluran carpal (CTS) bisa merusak saraf perifer dan menyebabkan paresthesia diiringi rasa nyeri.

Dalam bahasa medis, kesemutan sering disebut sebagai parestesia. Suatu sensasi yg dirasakan tanpa ada stimulus dari luar. Sensasi Parestesi ini tidak hanya rasa ‘kesemutan’, namun bisa juga rasa panas, rasa seperti tertusuk-tusuk, ‘greyengan’. Rasa Kesemutan dapat dirasakan di tangan, kaki di muka, maupun di seluruh bagian tubuh kita.

Kesemutan yg tidak disertai gejala-gejala lain biasanya menandakan adanya gangguan pada reseptor di kulit / pada cabang-cabang saraf tepi. Namun kita mesti lebih waspada jika ada gejala lain di luar kesemutan. Bukan hanya kelumpuhan, kesemutan bisa juga disertai gangguan penglihatan, pendengaran, gabungan keduanya, / lainnya.

Neuropati adalah kerusakan saraf karena, trauma pada saraf, / dapat juga karena efek samping dari suatu sistemik. Gangguan ini dapat mengancam siapa saja. Namun, risikonya lebih besar, sekitar satu dari empat orang berusia sekitar 40 tahun ke atas dan satu dari dua orang penderita diabetes. Neuropati juga dapat menyerang seseorang yg mengalami defisiensi vitamin B1, B6, dan B12.

“Neuropati sering kali tidak disadari sebagai, melainkan kondisi yg umum terjadi. Padahal, jika dibiarkan, neuropati dapat mengganggu mobilitas penderitanya,” kata Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) Pusat dr Manfaluthy Hakim SpS(K) saat acara temu media bertajuk Kenali Neuropati dan Perhatikan Gejalanya di Hotel Mulia Senayan, Jakarta.

Manfaluthy menyebutkan, gejala neuropati meliputi nyeri seperti terbakar di tangan dan kaki, rasa baal, mati rasa, kram, kaku-kaku, kesemutan, kulit hipersensitif, kulit mengkilap tidak wajar, rambut rontok pada area tertentu, kelemahan tubuh dan anggota gerak, serta atrofi otot / otot mengecil. Namun, menurut dia, perbedaan kesemutan / kram biasa adalah gejala neuropati berlangsung spontan tanpa provokasi terlebih dahulu.

“Jika keluhannya membaik / hilang saat memperbaiki posisi / terjadi pada saat-saat tertentu saja, itu bukan neuropati. Tapi itu bisa jadi pertanda awal adanya gangguan,” ujar Manfaluthy.

Neuropati, Manfaluthy menyebutkan, terbagi beberapa jenis. Pertama, karena penuaan. Lebih dari 26% orang berusia di atas 40 tahun menderita gangguan ini. Apabila tidak diterapi dengan benar, neuropati dapat menjadi parah dan mengarah ke-penyakit saraf yg lebih berat. Ada juga neuropati diabetikum karena diabetes.

Lebih dari 50% pasien diabetes mengalami neuropati, terutama pada penderita dengan kadar gula darah tidak terkontrol. Gejala lain yg menyertainya di antaranya gangguan pencernaan, mual, muntah,,sulit buang air besar, pusing, pingsan, masalah buang air kecil, disfungsi ereksi, hingga kekeringan vagina. “Pada beberapa pasien malah bisa tanpa gejala,” sebutnya.

Neuropati juga dapat disebabkan oleh kurangnya asupan / defisiensi vitamin neurotropik, yaitu vitamin B1, B6, dan B12. Dia menuturkan, vitamin ini adalah makanan saraf yg sangat dibutuhkan utk melindungi dan meregenerasi saraf. Vitamin neurotropik berfungsi menormalkan fungsi saraf dengan memperbaiki gangguan metabolisme sel saraf.

“Asupan vitamin B12 yg sangat dibutuhkan tubuh karena vitamin B12 yg masuk ke tubuh hanya diserap kurang dari 2% asupannya,” sebut Manfaluthy.

Untuk itu, dalam upaya mencegah neuropati, Manfaluthy menyarankan, jangan lupa selalu mengonsumsi vitamin neurotropik. Hal itu agar sistem saraf dapat bekerja dengan baik dan mencegah terjadinya komplikasi pada pasien diabetes. Tubuh juga membutuhkan nutrisi seimbang dan dapat memenuhi kebutuhan utk otak, saraf tepi, dan fungsi lainnya. Selain itu, menjalankan pola hidup yg benar dan sehat. Apabila menderita diabetes, hipertensi, dan jantung, maka manajemen agar terkontrol dengan baik.

Beberapa gangguan kesehatan serius yg ditandai gejala kesemutan, antara lain:

1.  Diabetes mellitus / kencing manis. Pada penderita diabetes, kesemutan adalah gejala kerusakan pembuluh-pembuluh darah. Akibatnya, darah yg mengalir di ujung-ujung syaraf berkurang. Gejala yg dirasakan biasanya telapak kaki terasa tebal, kadang-kadang panas, dan kesemutan di ujung jari terus-menerus. Kemudian disertai rasa nyeri yg menikam, seperti ditusuk-tusuk di ujung telapak kaki, terutama pada malam hari.

2. Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Kesemutan yg menyerang ujung jari, biasanya tangan kanan, dan kemudian berkembang menjadi rasa tebal, saat digunakan beraktivitas, adalah gejala CTS. Gejala kesemutan ini berkaitan dengan rongga di pergelangan tangan (karpal) yg mengalami pembesaran otot-otot sehingga menekan saraf yg melewati terowongan tersebut. CTS bisa menjadi gangguan lebih serius bila didiamkan cukup lama, misalnya 1 – 2 tahun.

3. Radang sumsum tulang belakang (myelitis. Terjadi pada orang dewasa, kadang-kadang gejala kesemutan didahului oleh flu berat. Kesemutan yg dirasakan akan menghebat, naik dari ujung jari kaki sampai ke pusar (perut tengah). Gejalanya berkembang menjadi rasa tebal di permukaan kulit. Setelah fase ini, penderita akan mengalami kesulitan berjalan. Ini adalah gejala radang sumsum tulang belakang, yg terjadi karena serangan virus bernama cytomegalovirus (CMV).Penderita menjadi tidak bisa mengontrol buang air kecil. Buang air besar pun sulit. Penyakit ini dapat disembuhkan total, dapat pula cuma sembuh sebagian, tetapi ada juga yg sampai lumpuh.Pada tahap ini tekanan otot sudah mengganggu aliran darah ke tangan, dengan akibat otot-otot yg mengalami kekurangan nutrisi akan mengecil, dan melemahkan otot.

4.  Stroke, Kesemutan dapat jadi tanda stroke ringan. Biasanya disebabkan sumbatan pada pembuluh darah di otak, yg mengakibatkan kerusakan saraf setempat. Gejala lain yg muncul: rasa kebas separuh badan, lumpuh separuh badan, buta sebelah mata, sukar bicara, pusing, penglihatan ganda dan kabur.Gejala berlangsung beberapa menit / kurang dari 24 jam. Biasanya terjadi waktu tidur / baru bangun. Kondisi ini harus ditangani karena bisa berkembang menjadi stroke berat.

5.  Penyakit, Kesemutan tak hanya akibat neuropati tekanan, tetapi karena komplikasi dengan sarafnya. Pada pasien yg sedang menjalani operasi pemasangan klep, tdpt bekuan darah yg menempel. Bekuan itu bisa terbawa aliran darah ke otak, sehingga terjadi serebral embolik., Bila sumbatan di otak mengenai daerah yg mengatur sistem sensorik, si penderita akan merasakan kesemutan sebelah. Jika daerah yg mengatur sistem motorik juga terkena, kesemutan akan disertai kelumpuhan.

6.    Infeksi tulang belakang Ini menyebabkan bagian tubuh dari pusar ke bawah tak dapat digerakkan. Penderita tak dapat mengontrol buang air kecil. Buang air besar pun sulit. Penyakit ini dinamakan mielitis (radang sumsum tulang belakang). Tingkat kesembuhan tergantung pada kerusakannya. Bisa sembuh sebagian, tetapi ada juga yg lumpuh.

7.  Rematik, Penyakit ini bisa menimbulkan kesemutan / rasa tebal. Dalam hal ini saraf terjepit akibat sendi pada engsel, misalnya sendi pergelangan tangan, berubah bentuk. Gejala kesemutan biasanya hilang sendiri bila rematik sembuh.

8. Spasmofilia (tetani Gejala kesemutan juga bisa merupakan tanda spasmofilia (tetani). Penyakit ini timbul karena kadar ion kalsium dalam darah berkurang. Penyebabnya adalah menurunnya tegangan karbondioksida dalam paru-paru. Gejala lain : kejang pada tungkai, sulit tidur, emosi labil, takut, lemah, sakit kepala sebelah / migrain, dan hilang kesadaran.

9. Guillain-barre syndrome, Kesemutan bisa jadi salah satu indikasi ini. Ditandai gejala demam tinggi, batuk, dan sesak napas. Juga diikuti rasa kesemutan dan kebas. Kesemutan biasanya terasa di sekujur tubuh, khususnya pada ujung jari kaki dan tangan karena virus menyerang sistem saraf tepi.Bila keadaan itu tidak segera diatasi, serangan akan berlanjut ke organ vital. Akibatnya, penderita merasa sesak napas dan lumpuh di seluruh tubuh.

10. Cytomegalovirus (CMV) Ada kesemutan yg didahului flu berat. Kesemutan akan menghebat mulai dari ujung jari, menjalar hingga ke pusar. Penderita bisa hanya merasa kebas / sampai sulit berjalan, berarti sumsum tulang belakang kena radang. Ini akibat serangan virus, biasanya cytomegalovirus

Pengobatan :

Pengobatan yg diberikan sesuai yg mendasarinya.Sebagai contoh : bila kesemutan terjadi pada penderita diabetes (Neuropati diabetik), maka pengobatan dilakukan dengan pengontrolan gula darah disertai obat-obatan yg bersifat neurotropik dan juga vitamin B.

Namun bila kesemutan disebabkan oleh penekan saraf maka pengobatan harus dilakukan dengan modifikasi gerakan tubuh, pemberian neurotropik, dan mungkin pada kasus yg berat dipertimbangkan uutk operasi.

Perlu diingat, bila kesemutan akibat stroke maka pengobatan harus segera dilakukan, misal pada stroke akibat sumbatan maka pasien harus diberikan obat pengencer darah maupun pengaturan faktor risiko strokenya seperti hipertensi dan kholesterol.

Sari buah merah papua juga disamping dapat menyembuhkan berbagai juga dapat menyembuhkan kesemutan

Incoming search terms:

comments
Share this post to your friends!
facebook
twitter
stumbleupon
Delicious
reddit
Digg

Related Post to PENYEMBUHAN KESEMUTAN

PENCEGAHAN DAN PENYEMBUHAN JANTUNG KORONER

March 14, 2013
Jantung Koroner menempati urutan pembunuh nomer satu, mengalahkan kanker dan penyakit organ tubuh lainnya. Tentu saja, penyakit ini popular seiring gaya hidup manusia masa...

SARANG SEMUT OBAT SAKIT MAAG

November 25, 2012
Banyaknya aktifitas tanpa memikirkan makan / kesehatan tubuh menyebabkan orang banyak yg terserah maag Penyebab maag Istilah kedokteran utk sakit maag adalah dyspepsia.Kata maag...

PENCEGAHAN SINUSITIS

November 22, 2012
Sinusitas merupakan peradangan pada sinus.Peradangan tersebut mengakibatkan gangguan aliran udara dari dan e sinus serta gangguan pengeluaran cairan mucus.Kebanyakan penyakit sinusitis ditemukan pada penderita...

SAKIT MAAG DAN PENYEMBUHANNYA

October 23, 2012
Tidak bisa kita pungkiri dewasa ini , / di zaman modern seperti tahun 2012 saat ini, orang banyak sekali aktifitas dan rutinitas utk mengejar...


Switch to our mobile site